Relawan Ini Sediakan Tabung Oksigen untuk Warga Jabodetabek, Bisa Pinjam Gratis
ยทwaktu baca 2 menit

Sejumlah warga mengalami kesulitan mendapatkan tabung oksigen baik yang baru maupun isi ulang. Keluhan itu beredar di media sosial.
Bahkan sejumlah depot isi ulang juga menyampaikan keluhan yang sama. Kelangkaan tabung oksigen itu diduga karena meningkatnya kasus corona. Sebab, banyak orang yang membutuhkan untuk menjalankan isolasi mandiri di rumah maupun di RS.
Di tengah langkanya pasokan tabung gas itu, relawan dari Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen Untuk Indonesia (GSSTAUI) meminjamkan tabung gas secara gratis untuk warga di Jabodetabek yang menderita COVID-19.
Ketua Komite Pelaksana GSSTAUI, Alif Iman Nurlambang, mengatakan pihaknya memiliki 40 tabung gas oksigen yang siap untuk dipinjamkan. Tabung tersebut ia dapatkan dari relawan dan pihak lain termasuk distributor.
Rencananya akan ada tambahan sekitar 50 tabung gas dalam sepekan. Hanya saja, jumlah tersebut belum pasti. Sebab, tergantung dari rekanan dan relawan serta pasokan tabung oksigen.
Ia mengatakan untuk meminjam tabung oksigen itu, warga tinggal mengisi formulir secara online (di link ini). Kandidat yang menerima diminta untuk menandatangani surat pernyataan. Salah satu isinya adalah untuk tanggung jawab merawat tabung tersebut.
"Ngisi formulir, ada pernyataan, sudah testing belum. Saturasi berapa. Itu saja. Lalu mereka kita kontak. Kami bukan penyedia jasa ya, bukan nakes bukan apa. Hanya minjemin alat," ujar Alif kepada kumparan, Kamis (1/7).
Alif menambahkan, peminjaman itu berlaku untuk 5 hingga 7 hari. Hanya saja, hal itu bisa tergantung dari kondisi pasien. Karena hal itu, relawannya juga mengedukasi pasien untuk menaikkan saturasinya.
Saat ini, tabung oksigen itu bisa dipinjam bagi warga yang tinggal di Jabodetabek dengan pengecualian Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang. Sebab, jarak jangkauan di lokasi itu terlalu jauh.
Hingga kini, dari 40 tabung oksigen yang tersedia, sudah ada tujuh orang yang telah disetujui untuk diperbolehkan meminjam. Sementara itu, permintaan yang masuk sudah ada 75 pendaftar.
Untuk tabung oksigen yang dipinjamkan, warga bisa langsung menggunakannya. Selain itu, peminjam juga diberikan informasi depot isi ulang yang sudah dihubungi oleh relawan.
Alif belum memastikan sampai kapan program ini berlangsung. Hanya saja, ia fokus dalam masa PPKM Darurat, 3-20 Juli 2021.
Cerita haru
Di tengah tingginya permintaan tabung gas, ada pendaftar yang bersimpati dengan mendahulukan orang lain mendapatkan tabung tersebut. Padahal, kata Alif, ia juga membutuhkan tabung oksigen.
"Agak mengharukan, mereka mengerti, [bilang] kalau boleh kasih yang lain yang saturasinya membutuhkan [tabung oksigen]. Saya harap Mas Alif bisa kasih ke orang yang tepat," kata Alif.
Memang, saat ini, kondisi saturasi oksigen, menjadi paramater utama untuk meminjamkan tabung tersebut. Meski begitu, relawan juga melihat dari akses (alamat tempat tinggal) warga terhadap tabung oksigen.
