Kasus COVID-19 Melonjak, Singapura Minta Lansia Belum Divaksin Tak Keluar Rumah
·waktu baca 1 menit

Kementerian Kesehatan Singapura sangat menganjurkan warga yang belum divaksin, khususnya lansia, untuk tetap di rumah selama beberapa pekan ke depan.
Anjuran ini disampaikan menyusul melonjaknya kasus COVID-19. Pada Minggu (18/7/2021), Kemenkes melaporkan penambahan 88 kasus baru. Jumlah itu merupakan yang terbesar sejak Agustus 2021.
Untuk menekan laju penyebaran COVID-19, Pemerintah Singapura menargetkan perluasan vaksinasi khususnya ke kelompok lansia.
Saat ini, sudah 73 persen dari 5,7 juta penduduk Singapura yang mendapat vaksin COVID-19 dosis satu. Namun, lansia menjadi kelompok penerima vaksin paling rendah.
Data Kemenkes Singapura 71 persen lansia di atas 70 tahun belum disuntik vaksin. Oleh karenanya, Singapura mendorong agar lansia untuk segera mendapat vaksin.
Sementara itu, lonjakan COVID-19 di Singapura terjadi sejak pekan lalu. Lonjakan disebabkan menyebarnya varian Delta serta munculnya dua klaster besar yaitu karaoke dan pasar ikan.
Pada Minggu (18/7/2021), Singapura menutup kios ikan dan makanan laut. Mereka juga melakukan tes massal kepada para penjual ikan.
"Kami khawatir masih ada rantai penularan yang samar di tengah masyarakat kami," kata Kementerian Kesehatan Singapura seperti dikutip dri Reuters.
"Sifat pasar basah yang begitu rentan telah membuat pelacakan kontak dan isolasi sulit dilakukan," sambung mereka.
Per Minggu (19/7/2021) terdapat 231 kasus COVID-19 aktif fi Singapura. Sebanyak lima di antaranya dalam kondisi kritis.
