Kasus Gagal Ginjal Akut di Jakarta: Bareskrim Sudah Periksa Keluarga Pasien
·waktu baca 2 menit

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri tengah menyelidiki dua kasus gagal ginjal akut yang kembali muncul di DKI Jakarta. Penyelidikan dilakukan dengan meminta keterangan dari keluarga pasien gagal ginjal, baik yang meninggal ataupun yang masih dirawat.
"Kami kemarin hanya bisa melakukan interview terhadap keluarga korban. Kita akan melakukan pemeriksaan pendalaman mulai dari keluarga lagi, tapi kan kita perlu sabar karena kan keluarga masih berduka ya," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/2).
Pipit menyebut polisi ingin mengetahui riwayat medis pasien. Informasi awal, pasien disebut melakukan imunisasi dan meminum obat sirop penurun panas.
"Kondisinya seperti apa, vaksinnya vaksin apa, ya, kan, atau imunisasi yang dimasukkan ke dalam tubuh itu apa? Terus gejalanya seperti apa, minum apa, obat seperti apa, nanti kita akan dalami," ucap Pipit.
Polisi juga sudah turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan ke pihak-pihak terkait.
"Intinya kita mau melakukan penelusuran sejauh mana penyebab terjadinya gagal ginjal, apakah sama dengan yang lama atau ini kasus baru," ucapnya.
Belum reda kasus gagal ginjal gelombang pertama, kini kembali gangguan ginjal akut di DKI akhir Januari 2023. Satu anak meninggal dunia dan satu lagi masih dalam perawatan di RSCM.
Dengan dilaporkannya tambahan kasus baru gagal ginjal akut, hingga 5 Februari 2023 tercatat 326 kasus dan satu suspek yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia.
Dari sejumlah tersebut 116 kasus dinyatakan sembuh, sementara enam kasus masih menjalani perawatan di RSCM Jakarta.
