Kasus Harian COVID-19 di Jember Capai Rekor Tertinggi, Tambah 200 dalam 24 Jam

Penularan COVID-19 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih belum terkendali. Bahkan pada Minggu (11/7), kasus harian mencapai rekor tertinggi yakni mencapai 200 kasus dalam 24 jam.
"Memang benar hari ini penambahan kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 tertinggi selama pandemi dan semoga besok angkanya terus turun," kata Bupati Jember Hendy Siswanto dikutip dari Antara, Senin (12/7).
Hendy menuturkan, Pemkab Jember sudah menyiapkan tenda darurat di RSD dr Soebandi dan RS Paru Jember untuk mengantisipasi lonjakan pasien COVID-19. Selain itu 10 ambulans desa sudah disiagakan di halaman RSD dr Soebandi.
"Kami juga meminta bantuan relawan tenaga kesehatan dari sekolah-sekolah perawat di Jember untuk membantu di sejumlah rumah sakit," ucap Hendy.
Sementara Kepala Diskominfo Jember, Habib Salim, mengatakan berdasarkan pada Minggu ini ada tambahan pasien sembuh sebanyak 38 orang. Sedangkan pasien meninggal bertambah tiga orang.
"Sebagian besar kasus positif baru dari banyaknya pasien suspek yang masuk ke rumah sakit dan hasil tracing kasus positif sebelumnya, namun kami masih melakukan pendataan dari klaster apa yang mendominasi peningkatan itu," kata Salim.
Ketika disinggung apakah varian baru delta sudah masuk di Jember, Salim mengatakan Dinas Kesehatan Jember masih menunggu hasil di laboratorium Unair.
"Saya tidak bisa memastikan apakah varian baru delta sudah menyebar di Jember karena perlu dilakukan kajian yang mendalam, namun kalau melihat tren peningkatan yang cukup masif kemungkinan sudah ada varian baru itu di Jember," ucap Salim.
Kini total pasien positif COVID-19 di Jember mencapai 8.144 orang dengan kasus aktif mencapai 555 orang. Lalu pasien sembuh menjadi 7.017 orang dan 572 pasien meninggal dunia.
"Dari 31 kecamatan di Jember, terdapat sembilan kecamatan zona merah yakni Kecamatan Umbulsari, Puger, Kaliwates, Sukowono, Arjasa, Ajung, Patrang, Tanggul, dan Jelbuk, sedangkan sisanya zona oranye," ujar Salim.
Lebih lanjut, Salim mengimbau masyarakat terus disiplin mematuhi protokol kesehatan 5M yakni menjaga jarak ketika berada di kerumunan orang, memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun, menghindari aktivitas di kerumunan dan mengurangi mobilitas.
