Kasus Penculikan Mencuat: Polisi Diminta Responsif Terhadap Aduan Warga
·waktu baca 2 menit

Publik tengah diramaikan dengan kasus Bilqis, bocah usia 4 tahun dari Kota Makassar yang hilang diculik lalu ditemukan di Suku Anak Dalam, Jambi.
Kerja kepolisian mendapat pujian, kini Bilqis sudah kembali ke keluarganya. Menjadi catatan, kasus Bilqis ini karena polisi dari Polrestabes Makassar yang responsif. Pujian dan dukungan publik mengalir.
Namun juga, ada beberapa kasus anak hilang tak terungkap. Misalnya kasus Alvaro Kiano, bocah usia 6 tahun dari Pesanggrahan, Jakarta Selatan yang sudah hilang selama 8 bulan dan belum ditemukan hingga sekarang.
Kasus-kasus anak hilang hingga penculikan ini pun mendapatkan perhatian dari Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra.
“Jadi begini, masalah itu kan sebenarnya letaknya kepada orang tua. Kasus di Sulawesi itu. Bapaknya main tenis, anaknya ditinggal. Masa salah polisi? Kita harus jujur ya,” ucap Tandra saat ditemui di Jakarta, Rabu (12/11).
Namun, jika sudah kadung seorang anak hilang tanpa jejak, Tandra mengatakan polisi harus responsif terhadap laporan-laporan.
Tetapi kami tetap minta polisi responsif. Lebih berhati-hati. Sebab polanya sudah tahu. Mereka ini bekerja rata-rata di kota-kota besar yang agak-agak ke pinggir. Ya kan?"
--Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra.
“Maka pengawasannya tuh, daerah-daerah ini kan. Pertama dipetakan oleh polisi Dan kemudian intensifkan pengawasan,” tambahnya.
Tandra pun menilai polisi harus tegas dalam mengusut kasus penculikan anak. Setiap sindikat yang terbongkar harus dihukum berat.
“Ya wajib lah (bongkar sindikatnya). Karena kasus ini harus dibongkar. Kan terlihat sindikatnya. Sindikasinya tuh ukurannya, dia setelah ambil dia sudah tahu ke mana dia kasih. Si itu dia tahu ke mana dia kasih,” ucap Tandra.
“Yang kedua, sudah bukan satu kali, berulang-ulang. Nah ini saya pesan yang bersangkutan harus dihukum berat. Supaya menjadi pelajaran,” tandasnya.
