Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.99.1
Kasus Polisi Surabaya Aniaya Mahasiswa Demo #IndonesiaGelap di DPRD Jatim Damai
28 Februari 2025 10:58 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Anggota polisi Polrestabes Surabaya, Aiptu Yakobus Timu, yang menganiaya mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bernama Zian saat demo #IndonesiaGelap di depan Gedung DPRD Jawa Timur pada Senin (17/2) lalu, berakhir damai.
ADVERTISEMENT
Kesepakatan ini berlangsung di sebuah resto di Jalan Baliwerti No. 20 Surabaya, pada Rabu (26/2). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kapolsek Bubutan, AKP Vonny Farizky, serta mahasiswa Unesa yang turut mendampingi Zian.
"Dalam rangka menjaga hubungan baik dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan, kedua belah pihak sepakat untuk menempuh jalur mediasi dengan pemberian kompensasi serta kesepakatan damai," kata Vonny, Jumat (28/2).
Dalam mediasi tersebut, Vonny menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa pemukulan yang dilakukan oleh Aiptu Yakobus Timu kepada Zian.
"Saya selaku pimpinan/Kapolsek memohon maaf sebesar-besarnya terkait kejadian pemukulan yang dilakukan anggota saya pada saat aksi unjuk rasa kemarin. Saya akan berusaha menjaga dan memperbaiki citra Polri serta mengingatkan anggota untuk selalu bersabar dan tidak melakukan tindakan di luar koridor," ucapnya.
Saat ini, Aiptu Yakobus Timu juga menjalani proses sidang etik oleh Polrestabes Surabaya.
ADVERTISEMENT
"Saat ini telah menjalani proses sidang disiplin serta administrasi sebagai bentuk pertanggungjawaban," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Aiptu Yakobus Timu juga menyampaikan permohonan maaf kepada Zian dan mahasiswa Unesa.
"Secara pribadi dan institusi, saya memohon maaf sebesar-besarnya. Ke depan, saya akan lebih berhati-hati dan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran agar tidak mengulangi perbuatan yang sama," ujar Yakobus.
Sementara itu, Zian menerima permintaan maaf dari Aiptu Yakobus Timu dan sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai.
"Saya pribadi menerima permintaan maaf dari Bapak Yakobus Timu dan bersedia membuat kesepakatan damai antara kedua belah pihak," ucap Zian.
Kesepakatan itu dituangkan dalam surat perjanjian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dan disaksikan oleh pihak kepolisian.
Sebelumnya, Aiptu Yakobus Timu diperiksa di Propam Polda Jatim. Ia diduga melakukan kekerasan terhadap salah satu massa aksi saat demo bertajuk #IndonesiaGelap di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, pada Senin (17/2).
ADVERTISEMENT
Aksinya itu sempat terekam kamera saat aparat kepolisian menembakkan water cannon ke massa aksi ketika terjadi kericuhan. Kemudian, ada salah satu massa aksi ditangkap dan seorang polisi memukul massa tersebut.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty Dewi, membenarkan bahwa ada Polrestabes Surabaya yang diperiksa Bidpropam Polda Jatim.
"Dimintai keterangan di Propam Polda Jatim," kata Rina kepada wartawan, Kamis (20/2).
Setelah menjalani pemeriksaan di Bidpropam Polda Jatim, kata Rina, Aiptu Yakobus Timu dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Dimintai keterangan di Polda Jatim, habis (itu) dilimpahkan lagi ke Polrestabes. Karena dia kan anggota Polrestabes," ucapnya.