Kasus Sekeluarga Tewas di Bekasi Ternyata Pembunuhan Berantai: 8 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para penyidik Polda Metro Jaya. Dok: kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Para penyidik Polda Metro Jaya. Dok: kumparan.

Kasus sekeluarga tewas keracunan di Bantar Gebang, Bekasi, memasuki babak baru. Ternyata, itu adalah pembunuhan berantai, dan bukan "keracunan" melainkan diracun.

"Para tersangka mengaku telah membunuh 8 orang. 3 korban dikubur di rumah mereka (Cianjur), 3 orang diracun di Bekasi, 1 korban dikubur di rumah kontrakan di Desa Kertajaya (Cianjur), dan 1 korban dibuang ke laut," kata Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, Kamis (19/1).

Hari ini, Kamis (19/1), penyidik Polda Metro Jaya yang dipimpin Direskrimum Kombes Hengki Hariadi menemukan 3 mayat yang dikubur secara tak wajar di 2 rumah para tersangka.

2 rumah tersebut bertetangga, berada di Kampung Babakan Mande, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

2 rumah tersebut adalah milik Wowon alias Deden dan rumah Solihin alias Ihin. Dua orang ini berusia 60 tahun.

Di halaman rumah Wowon terdapat 1 lubang mencurigakan yang isinya adalah jasad balita.

Sedangkan di halaman rumah Solihin terdapat 1 lubang mencurigakan yang isinya adalah 2 jasad orang dewasa. Lubang ini ditutup dengan bata cor.

"Ada 2 lubang. Lubang pertama di rumah Wowon terkubur 1 jenazah balita. Lubang kedua di rumah Solihin terdapat 2 jenazah orang dewasa,"

"Jenazah korban sengaja ditanam di lubang, namun terungkap setelah ada pengusutan kasus tewasnya satu keluarga di Bekasi," kata Doni.

Siapa Wowon dan Solihin?

Wowon, suami kedua Ai Maemunah. Foto: Dok. Istimewa

Wowon alias Deden adalah suami Ai Maemunah—korban yang tewas diracun di rumah kontrakannya di Bekasi.

Keberadaan Wowon memang amat misterius karena setelah sekeluarganya tewas keracunan, Wowon tidak pulang ke rumah kontrakan di Bekasi, tidak pula datang ke pemakaman di Cianjur.

Sedangkan Solihin alias Ihin adalah tetangga Wowon di Cianjur.

Tetangga Meyakini Pembunuhan Berantai

Ujang (50), warga Kampung Babakan Mande yang rumahnya berdekatan dengan Wowon dan Solihin, meyakini perbuatan dua tetangganya itu adalah pembunuh berantai.

"Ini jelas pembunuhan berantai karena yang dibunuh masih memiliki hubungan kerabat. Ini harus benar-benar diungkap karena tidak menutup kemungkinan ada korban lain," kata Ujang.

Awal Mula Kasus

Pada Kamis (12/1), sekeluarga tewas keracunan di rumah kontrakan mereka di Kota Bekasi.

Identitas para korban tewas:

  1. Ai Maemunah (40 tahun), ibu yang berasal dari Cianjur;

  2. M. Ridwan Abdul Muiz (18), anak Ai dari suami pertama;

  3. M. Ruswandi (15), anak Ai dari suami pertama.

Wowon adalah suami kedua Ai yang sekaligus ayah tiri Ai (Wowon pernah menikah dengan ibu kandung Ai).

kumparan post embed

Tim Puslabfor Mabes Polri, Dokpol Polda Metro Jaya, Dokpol Polda Jabar, dan Polres Cianjur, masih berjibaku di lapangan memeriksa tempat-tempat kejadian perkara.