Kata Habib Bahar soal Ceramah Dianggap Meresahkan oleh Pimpinan Ponpes di Garut
ยทwaktu baca 4 menit

Habib Bahar bin Smith mencecar Pimpinan Pondok Pesantren Darussyifa di Kabupaten Garut, Faisal Sobari, ketika dihadirkan di persidangan sebagai saksi. Peristiwa tersebut bermula ketika Bahar diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk bertanya kepada Faisal.
Mulanya, Bahar mengkonfirmasi ulang soal pernyataan Faisal yang tertera di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Di sana, kata Bahar, Faisal menyebut ceramah yang disampaikan oleh Bahar di Bandung soal Maulid Nabi Muhammad dan diunggah ke akun YouTube mengandung unsur provokasi serta kebohongan.
Dalam BAP, Faisal juga mengatakan, dia mengecam isi ceramah yang disampaikan oleh Bahar. Faisal menilai tak pernah ada ulama yang ditangkap karena perayaan Maulid Nabi Muhammad. Dengan demikian, pernyataan Bahar yang berkata Habib Rizieq ditangkap karena Maulid Nabi Muhammad berisi kebohongan.
"Sikap saya selaku ulama sangat mengecam terhadap isi ceramah bersifat provokasi yang disampaikan oleh saudara Bahar Smith di dalam video tersebut terutama pada saat Bahar Smith menyampaikan tentang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh ulama karena sepengetahuan saya selama ini tidak ada ulama yang ditangkap karena merayakan maulid Nabi Muhammad. Kemudian perkataan Bahar Smith dalam ceramah tersebut adalah tidak benar atau bohong besar," kata Bahar mengucapkan ulang pernyataan Faisal dalam BAP di PN Bandung pada Selasa (17/5).
"Bila aparat membiarkan video ceramah Bahar Smith seperti itu tersebar luas maka akan menimbulkan perpecahan umat Islam karena ada ulama yang dikatakan dipenjara karena merayakan Maulid Nabi," lanjut Bahar.
"Betul tidak itu yang disampaikan? Anda betul menyatakan itu?" tanya Bahar.
"Iya," jawab Faisal.
"Terus menurut anda pendapat Anda saya ini bohong, Anda kan bilang saya ini bohong kan?" tanya lagi Bahar.
"Iya," kata Faisal.
Faisal pun membenarkan semua pernyataan yang telah disampaikannya pada penyidik dan tertera di dalam BAP. Menanggapi hal tersebut, Bahar kemudian bertanya pada Faisal soal pengertian Talazum. Namun, Faisal mengaku tak mengetahui pengertian dari Talazum. Bahar lalu memberi penjelasan mengenai pengertian itu dengan mengumpamakan api dan panas.
"Talazum tau? Tau gak? Jawab tau gak?" tanya Bahar dengan nada tinggi.
"Tidak," ucap Faisal.
"Contohnya api, Talazum api itu adalah panas, berarti api dan panas itu bisa dipisahkan gak?" Tanya lagi Bahar.
"Enggak," kata Faisal.
"Kenapa? Karena Talazum dari api itu adalah panas. Paham gak?" tanya Bahar.
"Kalau bicara api saya paham," ungkap Faisal.
Setelah memberikan pemahaman mengenai pengertian Talazum dengan perumpamaan api dan panas, Bahar lalu bertanya soal Talazum dari Maulid Nabi Muhammad. Faisal pun hanya menjawab dengan gelengan kepala pertanda tidak tahu. Bahar lalu mengatakan, Talazum dari Maulid Nabi Muhammad adalah berkumpul atau berkerumun.
Jika didasarkan atas pengertian tersebut, Bahar menilai bahwa tak ada kebohongan ketika dirinya berujar Habib Rizieq dipenjara karena Maulid Nabi Muhammad. Sebab, Talazum dari Maulid Nabi Muhammad yakni berkerumun. Hal itu pun akhirnya diakui oleh Faisal.
"Nah, sekarang Talazum-nya Maulid itu kan berkerumun, kan saya bilang Habib Rizieq ditahan karena Maulid, sedangkan Maulid itu berkerumun, berkerumun karena acara Maulid, bohong gak saya?"
"Kalau berkumpulnya memang gak bohong," kata Faisal.
"Ya sudah selesai," ungkap Bahar.
"Anda ulama, saya lagi bahas masalah Talazum, saya nanti masalah prokes belakangan saya tanya Anda. Kalau Anda tidak tau, jawab tidak tau," lanjut Bahar.
Selanjutnya, Bahar bertanya lagi pada Faisal mengenai sejumlah pengertian dalam keilmuan Islam. Namun, saat ditanyai, Faisal sempat menolak menjawab dan menilai bahwa hal yang ditanyakan oleh Bahar sudah keluar dari BAP. Majelis hakim yang diketuai oleh Dodong Rusdani pun menjadi penengah.
Bahar kemudian diminta untuk mengemukakan inti dari pertanyaannya. Menurut Bahar, Maulid Nabi Muhammad dan kerumunan merupakan suatu yang tak dapat dipisah. Maulid Nabi Muhammad merupakan momen ketika umat Islam berkumpul dan beribadah memperingati Maulid Nabi Muhammad.
"Kita bahas masalah illat, illat dari Maulid itu adalah berkumpulnya orang karena beribadah memperingati Maulid Nabi," ungkap Bahar.
Bahar kemudian balik bertanya ke Faisal soal paham atau tidak Faisal pada pernyataan serta dalil yang dikemukakannya. Faisal pun mengaku tidak paham. Mendengar pernyataan tersebut, Bahar menyebut Faisal bodoh di persidangan.
"Saya kan tanya dalam pandangan agama yang saya sampaikan tadi, itu ngerti atau enggak? Bener atau enggak?" tanya Bahar.
"Enggak (ngerti)" ungkap Faisal.
"Enggak paham? Ya sudah percuma, orang bodoh gini, jadi selesai sudah. Sudah yang mulia," kata Bahar.
Bahar bahkan kembali menantang kepada jaksa untuk menghadirkan sejumlah ulama di persidangan. Nantinya, Bahar berharap ulama yang hadir di persidangan dapat memberi penjelasan secara lebih detail atau tanggapan rinci perihal kasus yang sedang dihadapinya.
"Nanti besok-besok tolong Pak Jaksa, kalau mau jadikan saksi itu kiainya yang benar-benar kiai," kata Bahar.
"Ini salah satu di antaranya (yang hadir). Kalau saya lihat di berita acara," ungkap Dodong.
Sebelumnya diberitakan, Faisal mengaku pertama kali mendapat informasi mengenai ceramah Bahar dari salah seorang jemaahnya di pesantren lewat konten video yang diunggah di YouTube. Dia lalu berkoordinasi dengan MUI Kabupaten Garut. Dia menilai ceramah Bahar mengandung unsur provokasi dan meresahkan.
