Kata Hasto soal Kans Pertemuan Megawati-SBY Usai Demokrat Dukung Prabowo

19 September 2023 16:17 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Kawasan Senen, Jakarta Pusat.  Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Kawasan Senen, Jakarta Pusat. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, bicara soal kans pertemuan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), usai tak bekerja sama di Pilpres 2024. Menurut Hasto, pertemuan antara keduanya bisa digelar saat deklarasi pemilu damai sebelum masa kampanye nanti.
ADVERTISEMENT
"Di dalam deklarasi pemilu damai, sebagai awal kampanye itu, biasa bertemu antar-pimpinan partai politik," kata Hasto di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Selasa (19/9).
Hasto menuturkan PDIP menghargai keputusan Demokrat bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan mendukung Prabowo Subianto sebagai capres. Sebab berdasarkan aturan, setiap partai memang harus memberikan dukungannya kepada salah satu capres di pemilu.
"PDIP menghormati keputusan dari Demokrat ini menunjukkan bagaimana alam demokrasi itu dibangun dengan baik selama pemerintahan Presiden Jokowi," sambungnya.
SBY dan Megawati. Foto: Rumgapres/Abror Rizki
Dia mengatakan, dalam penjajakan kerja sama dengan Demokrat tak ada kebuntuan yang dihadapi. Hasto menyebut PDIP selalu berusaha mencari titik temu.
"Tidak pernah ada deadlock karena politik ini selalu ada ruang tidak temu, selalu ada ruang kerja sama meskipun capresnya berbeda itu yang terus di kedepankan oleh PDIP kontestasi ya kontestasi," ucapnya.
ADVERTISEMENT
"Tampilkan karakter calon yang terbaik kinerja calon, rekam jejak calon keluarga dari calon dan kemudian desain agenda-agenda strategis bagi masa depan itu kontestasi yang akan menyehatkan dan meningkatkan kualitas demokrasi kita," sambung Hasto.
Lebih lanjut, Hasto memastikan komunikasi PDIP dan Demokrat tidak akan terputus.
"Komunikasi politik kan sesuatu yang melekat sebagai fungsi utama parpol. Dengan demikian komunikasi tetap dilakukan," tutup dia.