Kawin Cai, Sebuah Pernikahan Tak Biasa di Kaki Gunung Ciremai

Ada sebuah tradisi di kaki timur Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. Tradisi itu terkait dengan sebuah pernikahan tak biasa.
Namanya kawin cai (pernikahan air). Apa itu?
Dikutip dari akun instagram resmi Balai Taman Nasional Gunung Ciremai @gunung_ciremai, Jumat (16/10), kawin cai itu biasa dilakukan di Desa Jalaksana guna menyambut musim penghujan.
Acara Kawin Cai sendiri digelar pada Kamis (15/10).
Kawin Cai merupakan ungkapan budaya rasa syukur kepada Allah SWT dalam upaya pelestarian sumber air khususnya sumber air Tirtayatra di Balong Dalem, desa Babakanmulya dan sumber air Tirtawulan di Cibulan, desa Manis Kidul
Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Dalam keterangannya Taman Nasional Gunung Ciremai disebutkan, menurut sesepuh Balong Dalem Tirtayatra, Abah Jaja, acara ini bukan memuliakan air, tetapi mensyukuri nikmat Gusti Allah.
Karena di masa pandemi COVID-19, gelaran Kawin Cai tahun ini berlangsung sederhana. Tak ada tarian, musik, dan iring-iringan, hanya sederhana saja.
Sejumlah pejabat daerah mulai dari Kepala Dinas Pariwisata Kuningan, hingga dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, hadir dalam acara ini.
Lalu bagaimana prosesi Kawin Cai?
Prosesi Kawin Cai itu sendiri layaknya pernikahan manusia. Jadi air dari Balong Dalem sebagai pengantin pria dimasukkan ke dalam kendi.
Kemudian dibawa dan dituangkan ke Cibulan. Selepas itu, air Cibulan pun dibawa dan dituangkan ke Balong Dalem.
Tidak semua air 'keramat' tersebut dituangkan ke sumber air, namun sebagian dipakai siraman kepada beberapa tokoh masyarakat yang bertugas mengatur pengairan.
Ada enam desa yang menerima aliran air yakni Babakanmulya, Jalaksana, Sadamantra, Padamenak, Nanggerang, dan Ciniru.
***
Saksikan video menarik di bawah ini:
