KBRI Paris Minta WNI Hindari Lokasi Kerusuhan Akibat Kematian Remaja di Prancis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana saat bentrokan antara demonstran dan polisi  di hari kesebelas pemogokan nasional dan protes terhadap reformasi pensiun pemerintah Prancis, di Rennes, Prancis, Kamis (6/4/2023). Foto: Stephane Mahe/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Suasana saat bentrokan antara demonstran dan polisi di hari kesebelas pemogokan nasional dan protes terhadap reformasi pensiun pemerintah Prancis, di Rennes, Prancis, Kamis (6/4/2023). Foto: Stephane Mahe/Reuters

Kerusuhan akibat kematian remaja yang ditembak polisi di Prancis terus berlanjut. Sejauh ini sebanyak 1.311 orang ditangkap karena diduga terlibat kerusuhan di sejumlah kota di Prancis, Sabtu (1/7)

KBRI Paris telah mengeluarkan peringatan terhadap WNI agar menghindari kawasan titik kerusuhan seperti Paris, Lyon, Strasbourg, Metz, Marseille.

"Aksi perusakan, penjarahan, dan pembakaran terus terjadi di puluhan kota dan kota madya di seluruh Prancis: Paris dan sekitarnya, Lyon, Starsbourg, Metz, Marseille dll," demikian pernyataan KBRI Paris di akun Instagram resminya @indonesiainparis, Minggu (2/7).

kumparan post embed

"WNI di Prancis agar tetap waspada dan terus pantau informasi melalui saluran resmi Pemerintah Prancis, serta menghindari lokasi protes," lanjut unggahan tersebut.

KBRI Paris melaporkan informasi yang mereka peroleh, tercatat 2.560 titik kebakaran di area publik, 1.350 kendaraan dibakar, 234 gedung dibakar dan dirusak, 994 orang ditangkap, dan 79 aparat keamanan terluka.

Jika kondisi terdesak dan darurat, KBRI juga meminta WNI untuk menghubungi nomor telphone+33621122109.