KBRI Tokyo Pantau Hasil Autopsi WNI yang Ditemukan Tewas di Apartemen Kenalan

24 Agustus 2023 15:32 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi mayat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mayat. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Hasil autopsi dari jenazah perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Josi Putri Cahayani [versi lain menulis Joshi dan Yoshi] yang ditemukan tewas di sebuah apartemen di Kota Maebashi, Prefektur Gunma, Jepang, masih belum diketahui.
ADVERTISEMENT
Josi (23 tahun) ditemukan tak bernyawa di sebuah apartemen di Kota Maebashi yang disewa oleh seorang kenalan prianya. Pria itu sekarang sedang diburu polisi setempat.
Sementara itu, KBRI Tokyo selaku perwakilan Indonesia di Jepang saat ini sedang menunggu laporan pihak berwenang terkait hasil autopsi jenazah.
Hal tersebut diungkap oleh Konselor Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo Jepang, Titik Hamzah, kepada kumparan pada Kamis (24/8). "Untuk proses autopsi lebih lanjut masih belum ada informasi dari pihak kepolisian," ujar Titik.
Adapun untuk proses pemulangan jenazah dari Jepang, kata Titik, memerlukan hasil autopsi terlebih dahulu. "Untuk pemulangan juga masih menunggu proses autopsi selesai," sambung dia.
Namun, Titik memastikan saat ini KBRI Tokyo terus berkoordinasi dengan Kepolisian Maebashi perihal perkembangan terbaru dari identifikasi jenazah.
ADVERTISEMENT
"Kami sedang terus berkoordinasi dengan kepolisian berkaitan dengan kelanjutan autopsi dan juga dengan keluarga almarhumah," jelas Titik.
Josi Putri Cahyani, WNI yang ditemukan meninggal di Gunma, Jepang. Foto: Facebook/Rosalia Bratanegara
"Segera setelah ada kepastian dari kepolisian, kami akan proses untuk pemulangan jenazahnya," tutup dia.
Kabar kematian Josi pertama kali dikonfirmasi pada Rabu (23/8) oleh Indonesian Community in Japan (ICJ) dalam postingannya di Facebook.
Salah satu anggotanya, Rosalia Bratanegara, mengatakan Josi ditemukan tewas pada Selasa (22/8) sore di daerah Gunma.
Dikatakan Josi telah hilang kontak sejak Kamis (17/8), pesan terakhirnya menyebutkan dirinya sedang bersama seorang kenalannya berkewarganegaraan Jepang bernama Keiichiro Kajimura.
"Diketahui belakangan bahwa Kajimura pernah memiliki catatan kriminal kasus pembunuhan di tahun 2017," tulis Rosalia. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah Josi menjadi korban pembunuhan.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan media lokal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda bukti kekerasan di fisik Josi.
"Tidak ada luka luar yang mencolok di tubuhnya, namun karena pembusukan jenazah, autopsi tidak dapat menentukan penyebab kematiannya, menurut divisi investigasi pertama Polisi Prefektur Gunma dan sumber lainnya," tulis media Mainichi.