KDM Mulai Tertibkan Sempadan Jalan Se-Jabar
ยทwaktu baca 2 menit

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi akan menertibkan sempadan jalan. Selain itu, mulai tahun 2026, setiap jalan milik Pemerintah Provinsi Jabar akan disertifikatkan.
Dedi membagikan video ke kumparan saat ia meninjau Jalan Raya Campaka, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, bersama Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jabar Agung Waryudi.
Jalan tersebut adalah milik Pemprov Jabar, namun tidak terlihat drainase yang baik, trotoar yang layak, bahkan pinggir jalan dipakai untuk parkir motor.
"Jalan provinsi semua, di mana pun, drainasenya harus dibangun. Sepanjang jalan provinsi, sepanjang itu juga drainase ada," ujar Dedi kepada Agung, dikutip pada Senin (29/9).
"Dan nanti enggak boleh begini," ujar Dedi menunjuk ke toko yang barang-barangnya memenuhi trotoar.
Mestinya, terdapat jarak 7-15 meter dari sisi aspal ke bangunan, yang mana itu terdapat drainase hingga trotoar. Tidak terlihat tata kota yang ideal ini di Campaka.
Dedi pun mengungkap kesalahan Pemprov Jabar sebelumnya dalam mengurus sempadan jalan.
"Kesalahan kita, bangunan ini ada berapa, sempadan jalannya ada berapa? Sekarang kondisi jalannya semakin penuh, mobilnya semakin gede, bangunan itu mepet ke jalan," kata Dedi seraya menunjuk sempitnya sempadan jalan yang bahkan sebagiannya dipakai untuk parkir motor, dan barang-barang pasar.
Tak Jelas Mana DMJ
Dedi pun menguak bahwa tidak jelas mana batas-batas Daerah Milik Jalan (DMJ) dan mana tanah pribadi seseorang.
"Kesalahannya adalah, satu, PU (Dinas Pekerjaan Umum) tidak pernah kasih (patok), kan dulu di jalan ada tulisan DMJ. Patok-patoknya gak pernah pasang. Jadi sekarang, Pak Agung, dialokasikan saja seluruh jalan provinsi dikasih patok. Patoknya jangan pendek, tinggi," kata Dedi.
"Kedua, seluruh jalan sudah disertifikatkan belum? 2026 seluruh jalan disertifikatkan untuk aset," ujar gubernur yang akrab disapa KDM atau Kang Dedi Mulyadi itu.
Menurut Dedi, era sekarang ini telah hilang estetika jalan. "Dulu jaman Belanda, jalan ada pohon mahoni, ada pohon asem, sekarang enggak ada, langsung bangunan, warung, warung, warung. Berantakan. Pokoknya jalan provinsi nanti harus kembali ke estetika," katanya.
"Nanti seluruh jalan provinsi diukur, panjangnya, lebarnya, titiknya. Kemudian kasih peringatan pada semua bangunan yang ngambil jalan," ujar KDM.
"Kan kita mau tertib. Jalan, drainase, trotoar, lampu PJU (Penerangan Jalan Umum), (kamera) CCTV. Kita mau menciptakan Jabar ini seluruh jalannya hebat, tidak kayak gini," katanya menunjuk sempadan jalan yang sudah semrawut.
Selain itu, KDM juga menyoroti persoalan parkir. Gara-gara ruko tidak menyediakan parkir, maka banyak konsumen memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan raya. "Bagaimana kalau ada truk kontainer lewat?" ujarnya.
