KDM Semprot Tim IT SPMB Jabar, Akan Panggil Pembuat Aplikasi
·waktu baca 2 menit

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat (Jabar) 2026 mengalami sejumlah masalah dan menjadi sorotan usai peserta didik mengalami kendala saat melakukan pendaftaran karena server situs SPMB Jawa Barat beberapa kali gangguan.
Akibatnya, banyak akun peserta belum terverifikasi, data hilang hingga login susah dan membuat wali murid panik karena khawatir nasib anak mereka. Banyak juga orang tua murid yang akhirnya datang ke sekolah dan ke Disdik untuk mencari kejelasan nasib anak mereka.
Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyemprot tim IT SPMB di Jawa Barat. Hal itu karena ia kesal lantaran petugas IT tidak menguasai sistem. Selain itu, ia menilai pembuat aplikasi melanggar ketentuan gubernur.
"Saya tanya siapa yang pegang aplikasinya. Menurut saya permasalahan ini tidak ribet. Dari 340.000 ada beberapa yang terkendala teknis aplikasi," kata Dedi di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat di Jalan Radjiman, Kota Bandung, Selasa (9/6).
Dedi ingin memanggil pihak pembuat aplikasi. Ia menilai pembuatan aplikasi tersebut tidak sesuai dengan ketentuan gubernur.
"Karena ketentuan gubernur, aplikasi tidak dibuat Dinas Teknis, tetapi dibuat oleh Diskominfo atau terintegrasi dengan Diskominfo," terangnya.
Menurutnya, permasalahan yang terjadi merupakan hal sederhana. Dedi menyampaikan seharusnya fitur yang sudah ada tinggal disempurnakan.
"Tetapi yang saya lihat mereka membuat aplikasi dari nol. Makanya akan saya panggil. Permasalahan ini teknis banget. Tidak ada yang berat," pungkasnya.
