KDM Turunkan Tim Usut Kasus Siswi MTs di Sukabumi Bunuh Diri Akibat Dibully
·waktu baca 2 menit

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akan turunkan tim untuk usut kasus siswi MTs (setara SMP) yang tewas di Sukabumi. Anak itu diduga tewas bunuh diri karena menjadi korban perundungan di sekolah.
"Ya saya nanti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan tim kuasa hukum Pemprov Jabar suruh turun besok," kata Dedi di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jumat (31/10).
Sebelumnya, seorang siswa MTsN 3 Kabupaten Sukabumi ditemukan tewas dengan kondisi tergantung di pintu kamar rumahnya pada Selasa (28/10).
Siswi tersebut meninggalkan surat tulisan tangan berisi curahan hati. Dalam surat itu, korban menyampaikan permintaan maaf kepada kedua orang tuanya serta keluarganya.
Korban juga menuliskan bahwa ia merasa sakit hati terhadap teman-teman sekelasnya dan mengungkapkan keinginannya untuk pindah sekolah.
Kepala Sekolah MTsN 3 Kabupaten Sukabumi, Wawan Setiawan, mengatakan pada Selasa siang, korban tampak beraktivitas normal di sekolah. Pada sore hari, siswi tersebut meminta izin pulang karena sakit.
"Terakhir, sekitar pukul 5 sore, beliau mengirim pesan ke wali kelas, kurang lebih isinya 'Ibu, saya pulang jam 10-an karena sakit perut'," kata Wawan.
Wawan mengatakan, selama ini ini pihak sekolah tidak pernah menerima aduan maupun melihat tanda-tanda korban mengalami tekanan dari teman-temannya.
“Tidak ada keluhan apa pun, tidak ada aduan, dan tidak ada tanda-tanda bahwa ia mendapat tekanan dari teman-temannya,” imbuhnya.
Atas peristiwa ini, pihak MTsN 3 Kabupaten Sukabumi telah menggelar rapat internal untuk membahas kejadian tersebut dan menyatakan siap bekerja sama dengan pihak kepolisian.
“Insyaallah kami akan kooperatif. Kami akan memberikan informasi yang terbuka, tidak ada yang ditutupi, tidak ada yang didramatisasi,” pungkasnya.
