Kebakaran LP Tangerang, Api Cepat Merambat karena Plafon Triplek

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Lapas Tangerang Usai Terbakar. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Lapas Tangerang Usai Terbakar. Foto: Dok. Istimewa

Polisi hingga saat ini masih menyelidiki penyebab terbakarnya Blok C-2 Lapas Kelas 1 Tangerang. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh hubungan arus pendek.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade mengatakan untuk menyelidiki kebakaran ini, institusinya telah menyita sejumlah kabel dan juga saluran instalasi listrik di dalam blok lapas itu. Kebakaran diduga berasal dari instalasi listrik dari atas plafon sel dan kamar dalam Blok-C itu. Ade tak menjelaskan lokasi persisnya, apakah di atas plafon kamar tempat 41 narapidana tewas itu atau bukan.

kumparan post embed

Api cepat merambat karena plafon terbuat dari bahan triplek yang mudah terbakar. "Kemudian terjadi di atas, titik api di atas di balik plafon. Plafon terdiri dari terbuat dari bahan triplek yang mudah terbakar," ujar Ade di Lapas Kelas 1 Tangerang, Rabu (8/9). "Pemeriksaan lebih lanjut dari hasil barang-barang dikumpulkan itu, itu akan dianalisis di labfor secara laboratorius untuk menyatakan apakah itu merupakan sebab atau apakah itu merupakan akibat si kabel-kabel terbakar. Apa penyebabnya? Nah dari hasil labfor setelah dilakukan pemeriksaan secara laboratorium," lanjut Ade.

Tidak hanya memeriksa barang-barang di lokasi kejadian, polisi juga memeriksa 20 saksi untuk membuat terang kasus kebakaran itu. Para saksi terdiri dari sipir, narapidana, dan orang yang melihat kejadian tersebut.

Api diketahui mulai menjalar pada Rabu (8/9) sekitar pukul 1.45 WIB. Pada saat itu, petugas lapas langsung menelepon damkar. Selang 13 menit, petugas damkar dengan 12 unit mobil datang memadamkan api. Api padam sekitar pukul 03.00 WIB. Dari 122 narapidana penghuni Blok-C, 41 orang tewas. 8 narapidana mengalami luka bakar. Mereka yang luka bakar dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang. 2 di antaranya di IGD dan 6 di ICU. Sedangkan sisanya, 73 orang luka ringan dan kini diungsikan ke blok lain.