Kebakaran TPA Kopi Luhur Cirebon, Asap Tebal Ganggu Lalu Lintas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (27/10/2024). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (27/10/2024). Foto: kumparan

Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (27/10/2024).

Asap tebal dari kebakaran ini menyelimuti area TPA dan menghalangi akses utama menuju lokasi, menyebabkan gangguan bagi pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api, yang belum diketahui penyebab pastinya.

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (27/10/2024). Foto: kumparan

Pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan yang melintasi jalur menuju TPA Kopi Luhur harus menyalakan lampu utama akibat asap tebal yang mengganggu jarak pandang.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon, Nurzaman, menduga kebakaran dipicu oleh pembakaran sampah di sekitar area TPA.

“Kami mencurigai ketidakdisiplinan petugas yang membakar sampah. Ditambah angin kencang, api dengan cepat menyebar ke lokasi lain dan bahkan hutan di sekitar TPA,” katanya.

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (27/10/2024). Foto: kumparan

Petugas belum dapat memastikan luas area yang terbakar, namun terdapat dua titik utama yang masih menjadi fokus pemadaman, yaitu di sisi utara dan selatan TPA Kopi Luhur.

Sedikitnya, empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk mengatasi kebakaran yang terus berkobar.

“Awalnya kami mengirimkan dua unit dari Pos Seltim, tapi karena situasi semakin sulit, kami tambah dua unit lagi sehingga total ada empat unit di lokasi,” jelas Nurzaman.

Upaya pemadaman hingga siang ini masih berlangsung.