Kecelakaan di Sumedang, Pengelola Bus Sri Padma Akui Sudah Urus Izin Kemenhub

15 Maret 2021 12:05
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kecelakaan di Sumedang, Pengelola Bus Sri Padma Akui Sudah Urus Izin Kemenhub (88156)
searchPerbesar
Pengelola PO Bus Sri Padma Kencana, Eka Kurnia. Foto: Dok. Istimewa
Bus pariwisata milik Perusahaan Otobus (PO) Sri Padma Kencana terjun ke jurang saat melintas di Tanjakan Cae, Wado, Sumedang, Jawa Barat pada Rabu (10/3) sekitar pukul 18.30 WIB.
ADVERTISEMENT
Bus itu membawa rombongan siswa hingga guru SMP IT Al Muaa’Wanah Subang. Akibat kecelakaan itu, sebanyak 29 orang meninggal dunia. Termasuk kepala sekolah Jejen Juraezin. Sementara itu, 37 orang selamat meski mengalami luka-luka.
Kecelakaan bus itu direspons oleh Kementerian Perhubungan. Direktur Angkutan dan Multimoda Ditjen Hubdar Kemenhub Ahmad Yani mengatakan bus yang mengalami kecelakaan itu belum memiliki izin dari Kemenhub. Bus itu juga belum mendapatkan rekomendasi untuk digunakan sebagai angkutan umum.
Namun, pengelola PO Sri Padma Kencana, Eka Kurnia, mengatakan perusahaannya sudah mengajukan izin ke Kemenhub. Hanya saja, izin itu memang belum diterbitkan.
"Perizinan itu ada yang pasti ada mungkin belum ter-share aja kepada media selanjutnya mungkin belum keluar," ujar Eka, Senin (15/3).
Kecelakaan di Sumedang, Pengelola Bus Sri Padma Akui Sudah Urus Izin Kemenhub (88157)
searchPerbesar
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan bus PO Sri Padma Kencana di Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
"Tapi yang pasti perizinan sedang diurus, mengurus izin pariwisata sudah mengurus izin. Data sudah masuk Kementerian Perhubungan. Perizinan dilakukan secara online sudah dikatakan ok. Cuma belum direspons. Kita juga dibantu oleh Dishub Kabupaten Subang," lanjut Eka.
ADVERTISEMENT
Eka tak menjelaskan kenapa walau izinnya masih berproses tapi perusahaan otobusnya tetap membuka penyewaan carter kepada penyewa. Yang pasti, kata dia, pascakecelakaan itu, hentikan sementara layanan. "Diberhentikan pelayanan untuk sementara karena berduka cita kepada korban. Kecuali order yang sudah masuk," tutur Eka.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020