Kecelakaan Kereta di Bekasi: Sopir Taksi-Penjaga Palang Pintu Masih Diperiksa

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Polisi terus mendalami kasus kecelakaan yang melibatkan KRL arah Jakarta dengan taksi di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur. Kecelakaan ini berujung pada tragedi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL arah Cikarang.

Saat ini, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi kunci, mulai dari sopir taksi hingga petugas penjaga palang pintu kereta untuk mencari titik terang penyebab insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan bahwa proses pemeriksaan dilakukan di dua lokasi berbeda.

"Sudah hadir dan dalam proses pemeriksaan," ujar Budi Hermanto dalam keterangannya pada Senin (4/5)

Di Polda Metro Jaya, polisi fokus memeriksa saksi dari Dinas Bina Marga Kota Bekasi, Dinas Pekerjaan Umum Kota Bekasi, Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, hingga perwakilan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan keterangan saat rilis kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap anak dibawah umur di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Foto: Darryl Ramadhan/Antara Foto

Sementara itu, pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian dilakukan di Polres Metro Bekasi Kota. Budi menyebutkan bahwa sopir taksi dan saksi palang pintu sudah hadir dan kini tengah memberikan keterangan kepada penyidik.

Meski mayoritas saksi memenuhi panggilan, Budi menjelaskan bahwa ada beberapa jadwal yang harus ditunda.

Saksi dari perusahaan taksi Vinfast baru akan diperiksa pada Selasa (5/5). Sedangkan pemeriksaan untuk Petugas Pengawas Selatan dan Kepala Sintel ditunda hingga Jumat (8/5) mendatang.

Selain menggali keterangan, polisi juga melibatkan tim Laboratorium Forensik untuk memperkuat bukti-bukti materiil. Budi menambahkan bahwa saat ini pihaknya bersama Labfor tengah melaksanakan kegiatan dokumentasi terhadap objek-objek yang berkaitan dengan perkara tersebut.