Kedubes China Tegaskan Sinovac dan Sinopharm Aman dan Manjur Cegah Virus Corona

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Sinovac kepada warga saat mobil vaksin keliling singgah di Kantor Kelurahan Cipedak, Jakarta, Selasa (13/7/2021). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Sinovac kepada warga saat mobil vaksin keliling singgah di Kantor Kelurahan Cipedak, Jakarta, Selasa (13/7/2021). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Efikasi dua vaksin buatan China Sinovac dan Sinopharm terhadap COVID-19 tengah menjadi sorotan. Sebab, lonjakan COVID-19 tetap terjadi di negara yang sudah menyuntikkan warganya dengan dua vaksin tersebut.

Menurut Counsellor Kedutaan Besar China di Indonesia, Yi Fanping, pemerintahnya terus meninjau status keamanan dan efektivitas dua vaksin tersebut. Kedua vaksin itu sampai sekarang dipastikan aman dan efektif.

Yi menambahkan, bukan cuma evaluasi internal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah memberikan izin penggunaan. Kebijakan WHO itu, dipastikan Yi, adalah bukti Sinovac dan Sinopharm aman dan efektif.

Ilustrasi vaksin corona Sinopharm. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS

"China secara konsisten mengevaluasi keamanan. WHO sudah memberikan izin darurat, ini membuktikan keamanan vaksin Sinovac/Sinopharm. Sinovac sudah diberikan izin penggunaan darurat dari 50 negara di dunia," ucap Yi dalam pers briefing virtual Kedutaan China.

"Lembaga kesehatan negara seperti di Brasil, Chile dan Uruguay telah mengevaluasi vaksin di lapangan dan data menunjukkan keamanan dan kemanjuran terhadap pencegahan pemaparan virus corona dan pengendalian pandemi," sambung Yi.

kumparan post embed

Pada awal 2021 lalu BPOM mengumumkan efikasi vaksin Sinovac sebesar 65,3 persen. Sedangkan pada April, BPOM menyatakan efikasi Sinopharm mencapai 78 persen.

Angka itu jauh di bawah efikasi vaksin COVID-19 Pfizer dan Moderna yang rencananya akan segera dipakai di Indonesia yaitu di atas 90 persen.