Kegusaran SBY Lewat Lukisan 'No Justice No Peace' soal PK Moeldoko di MA

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Susilo Bambang Yudhoyono berada di samping lukisan 'no justice no peace'. Foto: Instagram/@andi_a_mallarangeng
zoom-in-whitePerbesar
Susilo Bambang Yudhoyono berada di samping lukisan 'no justice no peace'. Foto: Instagram/@andi_a_mallarangeng

Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat lukisan yang bertuliskan 'No Justice No Peace' sebagai ungkapan perasaannya terkait kondisi keadilan di negara saat ini. Terutama, terkait Peninjauan Kembali (PK) KSP Moeldoko di Mahkamah Agung (MA) terkait pergantian Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Lukisan itu pun dipasang dalam aksi cap jempol darah yang dilakukan pada kader hingga relawan di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Jumat (16/6). Lukisan itu menjadi background dalam aksi tersebut.

Sekretaris Eksekutif DPP Demokrat, Sigit Raditya, menuturkan lukisan itu merupakan penyampaian pesan SBY. Ia menyebut SBY ingin menyerukan kepada kader Demokrat untuk bersiap mengantisipasi keputusan MA.

"Betul. itu adalah siratan dari beliau dan itu juga beliau sudah sampaikan dalam pesan beliau di Facebook dan Twitter agar seluruh kader bersiap di seluruh Indonesia di mana pun berada agar mengantisipasi keputusan yang akan keluar dari MA ini," ucapnya.

"Apabila keputusan yang disampaikan baik kami akan sangat bersyukur, namun apabila tidak kami akan kejar keadilan itu," sambung Sigit.

Dia menuturkan lukisan itu dibuat Presiden ke-6 RI beberapa hari lalu. Sigit memastikan kader akan memperjuangkan harapan SBY tersebut.

"Jika tidak maka seperti pesan yang ada di lukisan tersebut, lukisan yang dibuat Pak SBY, kami akan memperjuangkan keadilan sampai di mana pun. (Dibuat) 3 atau 4 hari lalu. Ada di Instagram sespri beliau," ucapnya.

Saat ini, MA belum memutuskan hasil PK Moeldoko terkait pergantian kepemimpinan di Demokrat.

Lukisan Mewakili Kegusaran SBY

Demokrat gelar aksi tempel jempol cap darah untuk tolak PK Moeldoko di Mahkamah Agung. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

Sekretaris Ketua Majelis Tinggi Demokrat Andi Mallarangeng mengunggah lukisan SBY dalam Instagramnya. Ia menyebut SBY hendak menampilkan kegusaran melalui lukisan.

"Ini lukisan Pak SBY yang berbeda. Seperti lukisan mural yang sarat dengan makna. 'No justice, no peace' juga 'justice for all' atau 'keadilan untuk semua' mencolok di tengah goresan warna merah, biru, hitam, kuning yang melatari," kata Andi dalam caption Instagramnya.

"Lukisan ini mewakili kegusaran Pak SBY tentang negeri tanpa keadilan. Karena tanpa keadilan, mustahil tercipta kedamaian yang sejati. Negara harus menjamin keadilan untuk semua, bukan hanya untuk segelintir orang, bukan hanya untuk yang berkuasa dan yang dekat dengan kekuasaan. Bukan pula hanya untuk mereka yang punya uang," lanjut Andi.

Ia berpandangan tak ada yang salah dengan cara SBY dalam menyampaikan kegusaran hatinya melalui karya seni.

"Saya rasa, kita semua punya kegusaran sekaligus kerinduan seperti itu. Bedanya, Pak SBY adalah pelukis yang bisa melukiskannya dengan impresif. Luar biasa!" kata dia.