Kehidupan Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santriwati di Penjara: Jadi Guru Ngaji

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengasuh sekaligus pemilik pondok pesantren (ponpes) di Cibiru, Kota Bandung, Herry Wirawan yang memperkosa 12 santrinya. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pengasuh sekaligus pemilik pondok pesantren (ponpes) di Cibiru, Kota Bandung, Herry Wirawan yang memperkosa 12 santrinya. Foto: Dok. Istimewa

Kasasi yang diajukan oleh terdakwa pemerkosa 13 santriwati di Kota Bandung, Herry Wirawan, ditolak oleh Mahkamah Agung. Bagaimana sikap dan aktivitas Herry selama di Rutan Kebonwaru Bandung pasca ditolaknya kasasi?

Kepala Rutan Kebonwaru Bandung Suparman menyebut Herry berada dalam kondisi baik di dalam tahanan. Dia pun mengatakan Herry terpantau aktif mengikuti kegiatan keagamaan di masjid dalam rutan dan acap kali mengajar mengaji kepada tahanan lainnya.

"Dia masih mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan dan aktif juga di masjid ya, dia ikut juga membantu temen-temen belajar mengaji dan sebagainya karena Herry kan basisnya di pesantren jadi bisa disampaikan ilmunya ke temen-temen yang lain," kata dia ketika ditemui di Rutan Kebonwaru Bandung pada Senin (9/1).

Suparman menambahkan, tak ada perubahan perilaku dari Herry usai Mahkamah Agung menolak kasasinya. Suparman pun menyebut sudah ada sejumlah anggota keluarga dari Herry yang datang ke rutan untuk menjenguk.

"Seminggu yang lalu (ketemu Herry). Biasa aja lah ngobrol," ucap dia.

"Alhamdulillah yang bersangkutan juga tidak ada reaksi yang berlebihan," lanjut dia.

Pada April 2022, Herry divonis mati usai majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Bandung mengabulkan banding dari jaksa penuntut umum (JPU).

Hukuman ini lebih berat dari vonis Pengadilan Negeri Bandung yang menghukum Herry dengan pidana penjara seumur hidup. Pihak Herry lalu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung tapi ditolak.

Terdapat 13 santriwati yang jadi korban perbuatan Herry. Akibat aksi bejatnya, tercatat delapan santriwati hamil dan ada sembilan bayi yang dilahirkan. Ada seorang santriwati yang melahirkan hingga dua kali.