Kejagung soal Motor Listrik BGN untuk Guru Honorer: Kami Tunggu BGN

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ribuan unit motor listrik yang diduga akan digunakan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditemukan terparkir di sebuah kawasan pergudangan di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis (18/6/2026). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ribuan unit motor listrik yang diduga akan digunakan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditemukan terparkir di sebuah kawasan pergudangan di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis (18/6/2026). Foto: Dok. kumparan

Kejaksaan Agung (Kejagung) masih berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait tindak lanjut ratusan motor listrik pengadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini disegel dalam proses penyidikan.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan pihaknya belum menyita seluruh unit motor listrik tersebut. Kejagung masih menunggu langkah dari BGN terkait pemanfaatannya ke depan, termasuk wacana hibah kepada guru honorer.

“Mungkin hari ini, tapi kami kan tidak sita semua, jadi kami tunggu BGN untuk penggunaannya,” kata Syarief kepada wartawan, Senin (22/6).

Syarief menjelaskan, proses penyegelan motor listrik itu juga masih berlangsung di dua gudang motor listrik MBG.

“Hari ini selesai untuk semuanya,” ujarnya.

Dirdik Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi di Gedung Jampidsus, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Sebelumnya, BGN buka suara terkait pengadaan motor listrik yang kini menjadi sorotan dan tengah ditangani Kejagung. BGN memastikan seluruh belanja pada 2025, termasuk pengadaan motor listrik, akan diaudit dan dievaluasi.

Wakil Kepala BGN sekaligus juru bicara, Agustina Arumsari, mengatakan pihaknya saat ini masih menelusuri berbagai pengadaan barang yang dilakukan sebelum kepemimpinan baru di lembaga tersebut.

“Cukup. Kemarin dibilang akan diaudit. Gini saja, secara umum. Saya menjawabnya selalu secara umum, tidak satu demi satu barang,” kata Sari kepada wartawan di Kantor Pusat BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/6).

Menurut Sari, BGN sedang menyisir seluruh belanja yang dilakukan pada tahun anggaran 2025 untuk memastikan manfaat dan relevansinya terhadap pelaksanaan program MBG.

“Secara umum, semua yang sudah dikeluarkan di tahun 2025 sudah kami sisir satu demi satu,” ujarnya.

video from internal kumparan

Sedangkan Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini menyatakan, dirinya setuju dengan rencana BGN menghibahkan motor listrik tersebut kepada guru honorer di daerah. Menurutnya, aset yang telah dibeli menggunakan anggaran negara sebaiknya dimanfaatkan secara optimal.

“Saya setuju dengan pendapat Wakil Kepala BGN, Ibu Arumsari (Agustina Arumsari) agar sepeda motor listrik tersebut dimanfaatkan semaksimal mungkin karena sudah dibayar oleh negara,” kata Yahya, Sabtu (20/6).

Ia mengungkapkan, rencana hibah itu sempat disampaikan dalam rapat tertutup antara BGN dan Komisi IX DPR pada Senin (15/6).

“Waktu rapat dengan Komisi IX, Ibu Arumsari mengatakan sepeda motor listrik tersebut akan dihibahkan kepada guru-guru honorer di daerah-daerah. Dan saya setuju dengan rencana tersebut,” tutupnya.