Kekasih Gelap di Gunung Botak

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Mawar dan Ronaldo. (Foto: Naufal Abdurrasyid/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mawar dan Ronaldo. (Foto: Naufal Abdurrasyid/kumparan)

Menjadi seorang penambang yang bekerja jauh dari istri dan keluarga selama berbulan-bulan bukan perkara mudah. Perhatian dan kasih sayang yang menjadi selimut di kala dingin, dan pendingin di kala panas, tak lagi tersedia.

Hal ini dialami seorang penambang emas asal Sulawesi di Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku. Ia minta disebut “Ronaldo” saja.

Saat tim kumparan sedang menikmati es pisang ijo di sebuah warung di puncak Gunung Botak, Ronaldo bercerita bahwa ia memiliki hubungan gelap dengan salah satu anak pemilik warung tersebut.

Es pisang ijo di Gunung Botak. (Foto: Naufal Abdurrasyid/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Es pisang ijo di Gunung Botak. (Foto: Naufal Abdurrasyid/kumparan)

Sebut saja anak pemilik warung itu Mawar. Ronaldo dan Mawar merajut hubungan sekitar dua bulan lalu, ketika Mawar dan ibunya mulai merintis usaha warung mereka.

Meski status Mawar ialah “kekasih gelap”, Ronaldo mengatakan bukan tak mungkin hubungannya dengan Mawar bisa berlanjut hingga ke pelaminan.

Terlebih, ibunda Mawar tak pernah melarang keduanya berhubungan karena Ronaldo kerap menyisihkan sebagian hasil penjualan emasnya untuk kebutuhan mereka.

Ronaldo menolak hubungannya dengan Mawar disebut bentuk prostitusi. Sambil bercanda dengan Mawar, Ronaldo berkata, “Saya serius hubungan dengan Mbak ini (Mawar). Cinta ya cinta, enggak main-main. Iya kan, Mbak?”

Mendengar rayuan Ronaldo itu, Mawar hanya tersipu malu tanpa berkata apapun.

Prostitusi marak di Gunung Botak pada masa kejayaan penambangan emas di kawasan itu, tahun 2015, dan bukannya menghilang sama sekali sampai akhirnya Gunung Botak resmi ditutup dan dibersihkan dari penambang akhir pekan lalu. (Baca:)

Hasil tambang emas di Gunung Botak. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Hasil tambang emas di Gunung Botak. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Biasanya, prostitusi di Gunung Botak dapat dilihat menjelang matahari terbenam. Di kala senja seperti itu, ojek justru terlihat makin ramai naik ke atas gunung membawa penumpang.

Para penumpang itu bukan penambang, melainkan perempuan berbusana rapi.

“Semua ngertilah. Ngapain lagi mereka ke atas,” kata Tomo, seorang pengendara ojek yang sering mengangkut perempuan-perempuan itu naik ke atas gunung di akhir hari.

Gubernur Maluku, Said Assagaff, menyebut prostitusi merupakan dampak negatif dari tambang emas liar di kawasan tersebut.

“Banyak perempuan nakal masuk ke sana,” kata Said, Kamis (9/3).

Dampaknya, terjadi peningkatan jumlah pengidap HIV dan AIDS.

Semoga, dengan ditutupnya penambangan liar Gunung Botak, imbas negatif itu perlahan-lahan dapat lenyap.

(Baca juga:)

Pemandangan saat turun dari Gunung Botak. (Foto: Naufal Abdurrasyid/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan saat turun dari Gunung Botak. (Foto: Naufal Abdurrasyid/kumparan)