Kekhawatiran Ikatan Alumni soal Kisruh SBM ITB

13 Maret 2022 19:54
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kekhawatiran Ikatan Alumni soal Kisruh SBM ITB (84387)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Institut Teknologi Bandung. Foto: Dok. ITB
ADVERTISEMENT
Kisruh antara Forum Dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) dengan rektorat ITB mengundang rasa prihatin dari Ikatan Alumni SBM ITB. Mereka menyayangkan kisruh itu berdampak pada proses belajar mengajar di SBM ITB.
ADVERTISEMENT
Seperti diketahui Forum Dosen SBM ITB memutuskan untuk berhenti beroperasi alias mogok mengajar mahasiswa terkait keputusan pencabutan swakelola SBM ITB.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Sangat disayangkan, salah satu dampak dari konflik ini adalah mahasiswa, adik-adik kami, terpaksa mengalami rasionalisasi layanan pendidikan hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Sudah menjadi kewajiban kami untuk selalu mendukung perkembangan dan menjaga nama baik almamater," tulis pernyataan pers Ikatan Alumni SBM-ITB, dikutip Minggu (13/3).
Kekhawatiran Ikatan Alumni soal Kisruh SBM ITB (84388)
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja melintas di depan Gedung Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB di Kawasan Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/3). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
Dalam pernyataan pers yang diterbitkan pada Sabtu, 12 Maret 2022, itu Ikatan Alumni SBM ITB juga mengeluarkan 6 poin pernyataan sikap.
Berikut isi pernyataan sikap mereka:
  1. Sejak pertama kali menginjak di kampus hingga lulus dari SBM ITB, kami bersyukur telah mendapatkan pelayanan pendidikan yang sangat baik, dari mulai pembelajaran, layanan administrasi, serta berbagai fasilitas yang diberikan. Dengan hak dan kewenangannya yang dimiliki selama ini telah terbukti memberikan keleluasaan bagi SBM ITB untuk berkomitmen menyediakan pelayanan pendidikan yang berkualitas guna menunjang mahasiswanya agar kelak menjadi pemimpin yang berintegritas, berdaya saing, dan bermartabat sesuai dengan harapan para Pendiri SBM ITB.
  2. Sebagai alumni SBM ITB, kami turut bangga atas seluruh capaian SBM ITB selama 18 tahun terakhir di kancah nasional dan internasional, hingga puncaknya, SBM berhasil menjadi salah Satu dari 5% sekolah bisnis terbaik di dunia yang mendapatkan akreditasi AACSB (The Association to Advance Collegiate Schools of Business). Tak hanya memberikan reputasi yang baik bagi ITB dan dunia pendidikan Indonesia, pencapaian ini juga memungkinkan ITB untuk terus memperluas jaringan dan peluang baru di kancah global.
  3. Sementara itu, kami melihat bahwa dampak dari pencabutan hak dan kewenangan tersebut dapat membuat SBM ITB tidak menjadi sama sebagaimana cita-cita pendiriannya. Terdapat potensi terhambatnya pelaksanaan program-program yang mendukung tujuan pembelajaran serta mempertahankan capaian dan standar internasional yang telah diraih antara lain peningkatan kualitas dosen dan tendik, perbaikan fasilitas, akses jurnal dan business case, penyediaan mentoring bisnis, pengajaran dari dosen tamu, dan sebagainya.
  4. Kami mendesak pihak SBM ITB dan Rektorat ITB sesegera mungkin membuka ruang diskusi yang konstruktif untuk menghasilkan jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak serta menjamin hak layanan pendidikan kepada mahasiswa sebagaimana mestinya.
  5. Kami juga memohon perhatian para pemangku kepentingan, dalam hal ini Bapak Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Dewan Perwakilan Rakyat, serta Majelis Wali Amanat ITB, untuk turut membantu menjembatani penyelesaian konflik tersebut dengan segera.
  6. Terakhir, kami mengimbau kepada seluruh pihak untuk mengelola penyampaian informasi dan pendapat di muka umum yang berpotensi memperkeruh keadaan dan kegaduhan lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020