Kelakar Heru Budi ke ASN DKI: Kerja Enggak Baik, Nanti Dipindah ke IKN

KemenpanRB di awal tahun 2023 telah menyusun skema pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan timur. Diperkirakan sebanyak 118 hingga 180 ribu ASN secara bertahap akan pindah ke IKN melalui dua skema.
Tahap pertama perpindahan ASN ke IKN yaitu berkisar antara 1.200 hingga 3.200 orang tergantung penyelesaian gedung pemerintahan dan juga rumah susun (rusun) di sana.
Simulasi perpindahan ASN juga menentukan kementerian dan jabatan apa saja yang akan pindah ke IKN.
Sambil bercanda, Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono berkata, bila ada ASN DKI yang memiliki kinerja buruk akan dipindah ke IKN. Hal itu disampaikan di hadapan ASN DKI eselon 3 dan 4 di Taman Ismail Marzuki.
"Jadi Bapak kalau enggak bekerja dengan baik, sesuai dengan UU ASN yang terbaru, Bapak saya pekerjakan ke IKN," canda Heru Budi di depan ISN di Taman Ismail Marzuki, Selasa (28/11).
Para ASN yang hadir saat itu tertawa mendengar kelakar Heru Budi.
Menurut Heru, IKN merupakan lokasi yang tepat bila mereka ingin segera dipromosikan.
"Bapak kalau mau mempercepat pangkat Bapak, Bapak di UU ASN bisa diperbantukan ke daerah terpencil atau daerah tertentu yang memang ASN-ya kurang dan Bapak menjadi manajer atau supervisi, atau menjadi promotor. 2 Tahun Bapak balik bisa diberikan pangkat. Tapi Bapak pindahnya jangan ke kota besar, tadi saya kasih contoh ke IKN," jelasnya.
Heru kemudian berkata, seandainya masih muda, maka ia akan menawarkan diri untuk pindah ke IKN.
"Kenapa? pertama tambah pengalaman. Lalu pulang ke Jakarta naik pangkat, udah kerja," kata dia.
"Sekali lagi selamat bekerja, tetap semangat, pundak masa depan Jakarta ada di Bapak Ibu sekalian eselon 3 dan 4," tutupnya.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), Azwar Anas, mengungkapkan tengah mensimulasikan kepindahan ASN ke IKN Nusantara mulai 2024 mendatang. Dalam simulasi itu, tahapan awal kepindahan ASN direncanakan pada Maret, Juli, dan Agustus 2024.
Seiring dengan itu, pihaknya juga masih merumuskan insentif yang akan diberikan pemerintah kepada para ASN tersebut.
"Kita sudah membuat simulasi perpindahan ASN ke IKN untuk Maret, Juli, dan Agustus 2024. Selanjutnya, Presiden Jokowi juga telah memerintahkan penentuan rumusan insentif," ujar Azwar Anas di Istana Kepresidenan, Senin (20/11).
