Kelakuan Bule di Bali saat Wabah Corona: Private Party dan Nekat Surfing

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Spanduk penutupan kawasan sementara terpasang di kawasan wisata Pantai Jimbaran, Badung, Bali. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
zoom-in-whitePerbesar
Spanduk penutupan kawasan sementara terpasang di kawasan wisata Pantai Jimbaran, Badung, Bali. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Kasus virus corona di Indonesia kian hari semakin bertambah. Imbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona juga semakin digalakkan, seperti menjaga jarak (physical distancing), wajib menggunakan masker, dan tetap di rumah.

Namun, sayangnya, imbauan ini tidak dihiraukan oleh sekumpulan warga negara asing (WNA) di Bali.

Beberapa hari terakhir, beredar sebuah video private party yang dilakukan sekelompok turis asing di tengah wabah virus corona di Bali. Video itu menjadi viral dan mendapat berbagai respons dari masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga private party digelar di daerah Badung, Bali.

Padahal, Pemkab Badung telah mengeluarkan surat edaran nomor 555/1997/Dispar/sekret tentang penutupan sementara objek wisata. Aturan itu terbit sejak 31 Maret hingga 21 April 2020 demi mencegah penyebaran virus corona.

X post embed

Polisi kemudian menelusuri video private party sekelompok turis asing di tengah wabah corona di Bali yang viral di media sosial. Kapolres Badung AKP Roby Setiadi mengatakan, video itu berlokasi di vila Ombak Cemagi, Mengwi, Badung, Bali.

Acara private party ini merupakan acara ulang tahun seorang pemuda Mesir bernama An Joe (21). Pesta digelar pada Minggu (12/4) malam sekitar pukul 20.00 hingga pukul 22.00 WITA.

"Benar kejadian itu, tadi malam pukul 20.00 WITA di Vila Ombak Cemagi Mengwi," kata Roby saat dihubungi, Senin (13/4).

Roby menuturkan, pemuda yang liburan di Bali sejak Januari 2020 menggelar acara pesta ulang tahun dengan mengundang satu orang sahabatnya. Kemudian sahabat pemuda ini mengundang sejumlah rekannya lewat grup-grup WhatsApp.

Menurut Roby, sekitar 15 orang teman dari sahabat pemuda ini datang memeriahkan acara ulang tahun.

"Jadi itu pesta ulang tahun, bukan acara hiburan yang dibuka," kata Roby.

Ilustrasi Party Foto: Dok. Pixabay

Pemuda Mesir ini tahu ada aturan physical distancing di Bali untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun, sahabatnya justru mengundang sejumlah temannya yang harusnya tak diundang. Pemuda itu mau tak mau tetap menggelar acara.

"Acara ulang tahunnya terbatas. Dihadiri terbatas dan enggak ada undangan," kata Roby.

Sementara itu, menurut Gubernur Bali Wayan Koster, informasi yang viral di media sosial tentang adanya private party yang dilakukan oleh puluhan turis di tengah wabah virus corona atau COVID-19 adalah kejadian lama.

"Mengenai yang di Canggu ini (private party) sudah beberapa kali dimuat di media sosial, saya cek ternyata itu sudah bulan Maret," kata Wayan Koster.

Koster bahkan menuturkan, beredarnya video yang kemudian menjadi viral itu sengaja dibuat oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu suasana di Bali. Sehingga, ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpancing dengan kabar yang beredar.

Atas pestanya yang menuai kecaman, Joe menyampaikan permohonan maaf terutama kepada masyarakat Bali. Ia pun mengungkapkan tak menyangka tamu undangan di pesta ulang tahunnya menjadi membeludak.

"Saya minta maaf tentang pesta kemarin di acara ulang tahunku yang ke-21. Kita tidak berencana membuat pesta yang besar dan kita undang sedikit orang tapi ada banyak orang datang ke vila," kata Joe melalui video yang dikirim Polres Badung kepada wartawan.

Dia mengatakan, saat pesta berlangsung, dia mendapatkan peringatan dari petugas keamanan setempat. Tidak lama setelah itu, acara langsung dibubarkan.

Joe menyadari dirinya telah membuat kesalahan. Dia juga berjanji tak akan mengulangi perbuatan yang sama.

"Kita mendapatkan panggilan dari polisi dan satpam supaya menyudahi pesta dan semua orang mulai pulang. Ini adalah sebuah kesalahan dan ini enggak akan terjadi lagi. Kita minta maaf," kata Joe.

Ilustrasi Pesta Tahun Baru. Foto: Unsplash

Namun, berbeda dengan Joe, kasus serupa juga terjadi di Bali. Beberapa turis asing nekat surfing, padahal seluruh objek wisata sudah ditutup.

Kepala Satpol PP dan Damkar Klungkung Putu Suarta mengatakan, sejak Sabtu (11/4), ada sekitar 17 WNA yang kedapatan surfing di dua pantai. Padahal, sudah ada papan larangan bermain ke pantai karena corona.

"Dua hari lalu ada 10 orang, kemarin 7 orang, hari ini nihil yang surfing," kata Suarta.

Suarta mengatakan, bule yang kedapatan surfing tak diberi sanksi atau diamankan. Mereka dibina dan diberitahu objek wisata tutup karena corona. Setelah diberitahu, para WNA ini diminta pulang ke tempat penginapannya.

"Para bule ini kita beritahu saja tidak boleh surfing dan kita suruh kembali ke tempatnya," ujar Suarta.

Suarta menjelaskan pihaknya terus melakukan patroli di sejumlah objek wisata agar tak ada warga atau wisatawan yang melanggar aturan.

kumparan post embed

=====

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!