Kelompok Bersenjata Serang Sekolah di Nigeria, 1 Siswa Tewas dan 27 Diculik

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Orang-orang menghadiri pemakaman Monday Doma, seorang siswa yang terbunuh setelah orang-orang bersenjata menyerbu sebuah Government Science College Kagara dan menculik 27 orang lainnya, di negara bagian Niger, Nigeria, Rabu (17/2). Foto: Muhammad Danladi Ibrahim/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Orang-orang menghadiri pemakaman Monday Doma, seorang siswa yang terbunuh setelah orang-orang bersenjata menyerbu sebuah Government Science College Kagara dan menculik 27 orang lainnya, di negara bagian Niger, Nigeria, Rabu (17/2). Foto: Muhammad Danladi Ibrahim/REUTERS

Sekelompok orang tak dikenal menyerang sebuah sekolah di Nigeria pada Rabu (17/2) malam. Dalam insiden itu, satu orang siswa dilaporkan tewas dan 27 lainnya diculik.

Dikutip dari Reuters, Kamis (18/2), kelompok bersenjata itu menyerbu SMP Ilmu Pemerintah di Distrik Kagara, sekitar pukul 2 pagi. Penduduk sekitar menyebut petugas keamanan kesulitan saat melakukan pengamanan.

Serangan itu terjadi dua bulan setelah kelompok bersenjata menyerbu SMP di negara bagian Katsina. Dalam kejadian itu, 350 anak laki-laki sempat diculik tetapi mereka berhasil diselamatkan oleh pasukan keamanan.

Salah satu guru di SMP Ilmu Pemerintahan Aliyu Isa mengatakan, satu orang siswa tewas dalam serangan itu. Siswa tewas itu bernama Monday Doma.

"Hanya satu yang terbunuh," kata Isa kepada TV lokal Channel.

"Mereka (penyerang) menyuruh para siswa untuk tidak lari," tambah dia.

kumparan post embed

Isa menuturkan, kelompok bersenjata itu mengenakan seragam tentara dan melepaskan beberapa tembakan saat masuk ke sekolah. Dia dan beberapa orang di dalam sekolah langsung lari saat penyerangan terjadi. Tetapi beberapa siswa ditahan oleh penyerang.

Sementara Pemerintah Nigeria belum memberikan konfirmasi soal satu siswa tewas. Namun mereka mengatakan ada 27 siswa dan beberapa anggota staf diculik oleh kelompok itu.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan itu. Tapi, penculikan untuk tebusan oleh kelompok bersenjata biasa terjadi di Nigeria utara.