Kelompok Remaja Diduga Hendak Tawuran di Pati, Berakhir Diciduk Polisi
·waktu baca 2 menit

Sebanyak delapan orang remaja yang hendak tawuran berakhir diciduk anggota polisi dari Polsek Sukolilo. Aksi tawuran itu diduga hendak dilakukan pada Jumat (22/5) malam di wilayah Desa Prawoto.
Para remaja yang akan terlibat tawuran itu diduga berasal dari Desa Wegil dan Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan menjelaskan, informasi awal berasal dari laporan warga yang resah melihat sekelompok pemuda dari luar desa berkumpul pada larut malam. Warga kemudian segera menghubungi pihak kepolisian.
Polisi mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 23.30 WIB. Setibanya di lokasi, petugas mendapati sejumlah pemuda yang diduga hendak melakukan aksi tawuran. Mereka diduga berkomunikasi melalui media sosial Facebook.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan delapan pemuda yang mayoritas masih berstatus pelajar dengan rentang usia 14 hingga 18 tahun. Selain itu, petugas juga menyita tiga unit sepeda motor yang digunakan para remaja tersebut untuk menuju lokasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kelompok pemuda Desa Wegil disebut berencana melakukan tawuran dengan kelompok pemuda Desa Prawoto. Polisi kini masih melakukan pendalaman guna mengetahui pihak lain yang terlibat maupun kemungkinan adanya provokasi melalui media sosial.
"Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk mencegah terjadinya bentrokan. Alhamdulillah situasi berhasil dikendalikan sebelum aksi tawuran benar-benar terjadi," kata Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan, dalam keterangannya, Sabtu (23/5).
AKP Sahlan menegaskan, pihak kepolisian tidak hanya melakukan penindakan. Namun juga pembinaan terhadap para remaja yang diamankan.
Polisi telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, orang tua, serta pihak sekolah agar para pelajar tersebut mendapatkan pengawasan dan pembinaan lebih lanjut. Mereka juga dikenai wajib absen setiap hari Senin dan Kamis di Polsek Sukolilo.
"Kami mengimbau kepada orang tua agar lebih mengawasi pergaulan anak-anaknya. Terutama penggunaan media sosial yang sering menjadi pemicu ajakan tawuran. Anak-anak jangan mudah terpancing ajakan konflik maupun konten provokatif di media sosial karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain," ucapnya.
