kumparan
News27 Juli 2017 17:49

Keluar dari Kubang Depresi Bersama Into The Light

Konten Redaksi kumparan
Kamu tidak sendiri.
Kata-kata ini mungkin terbaca sederhana, namun akan terasa begitu kuat untuk mereka yang tengah tertekan dan frustrasi.
ADVERTISEMENT
Bukanlah perkara sederhana ketika seseorang terlihat murung, merasa begitu tertekan, hingga depresi. Acap kali, mereka yang merasa begitu depresi tak punya ruang dan kawan untuk sekadar berkeluh kesah, hingga akhirnya seluruh perasaan yang menekan itu hanya bisa disimpan sendiri, lantas ‘menggumpal’ dan menjadi bom waktu yang kapan pun bisa berujung maut--bunuh diri menjadi salah satu jalannya.
Kondisi ini menjadi bagian dari perjuangan Into The Light, sebuah komunitas yang bergerak dalam isu depresi dan kematian bunuh diri. Kekhawatiran ini muncul kala Benny Prawira Siauw dan Venny Asyita melihat begitu rendahnya antisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap masalah depresi dan bunuh diri. Tak ingin kondisi ini semakin parah, Benny dan Venny pun beritikad membangun Into The Light, dengan tujuan membantu lebih banyak kawan untuk keluar dari rasa depresi yang merundung dan menekan dalam diam.
ADVERTISEMENT
Komunitas Into The Light yang kini tengah dikembangkan oleh 26 anggotanya menyediakan program primary prevention, sebuah langkah pencegahan bunuh diri yang dikembangkan dengan memberi ruang bagi mereka yang merasa ‘ingin’ bunuh diri untuk bercerita dan membagikan perasaan depresinya.
Selain program yang bersifat primary prevention, Into The Light pun menyediakan bantuan berupa pelatihan dan pendampingan untuk para survivor dan mereka yang tengah menghadapi perasaan depresi. Program pelatihan fokus pada pendampingan sebaya yang bertujuan memberikan penanganan dan mengenali ciri dan gejala depresi yang ada dalam diri seseorang.
Listy Into the Light
Listy Into the Light (Foto: dok. kumparan)
Into The Light pula bertekad meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu bunuh diri dan bersama-sama turut menekan angka kematian akibat bunuh diri yang ada negeri ini.
ADVERTISEMENT
Perlu diingat, perasaan depresi dapat menyerang siapa pun dan kapan pun--tak peduli umur, jabatan, bahkan harta. Mengenali gejala depresi sedini mungkin dapat menjadi salah satu langkah bijak untuk menangani dan mengurangi rasa depresi yang ada dalam diri maupun sesama yang lain, sehingga tindak bunuh diri pun dapat dicegah.
Video
Jika Anda membutuhkan informasi terkait depresi atau ingin berbicara tentang isu kesehatan mental lainnya, Anda dapat menghubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat atau mengontak komunitas 'Into the light' untuk mendapat pendampingan di email pendampingan_itl@yahoo.com atau facebook: http://www.facebook.com/intothelightid, Twitter: http://www.twitter.com/intothelightid, Instagram: http://www.instagram.com/intothelightid.
Jangan ragu, tak perlu khawatir. Ayo berbagi, karena #KamuGaSendiri.
Into the Light
Into the Light (Foto: Angga dan Nur Syarifah/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan