Keluarga Netanyahu: Suami Diduga Korup, Istri Pemarah, Anak Pemabuk

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Benjamin Netanyahu dan Sara Netanyahu (Foto: Reuters/David Moir)
zoom-in-whitePerbesar
Benjamin Netanyahu dan Sara Netanyahu (Foto: Reuters/David Moir)

Keluarga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendapatkan sorotan negatif akibat tindakan mereka yang tidak mencerminkan keluarga pemimpin. Istri Netanyahu, Sara, digambarkan sebagai tukang marah-marah, Putra mereka, Yair, pemabuk, sementara Netanyahu sebagai kepala keluarga, dituduh korup.

Sara Netanyahu

Minggu (28/1) media Israel Walla News menerbitkan rekaman suara Sara yang mencak-mencak kepada wartawan berita pada 2009. Dalam rekaman itu, Sara protes keras mengapa titelnya sebagai sarjana psikologi tidak tercantum dalam pemberitaan.

"Saya wanita terpelajar! Psikolog! B.-A! M.-A!" teriak Sara dalam rekaman percakapan telepon itu.

Ini bukan kali pertama Sara bermasalah dengan temperamennya yang tinggi. Sebelumnya para mantan pelayan Sara melaporkan istri ketiga Netanyahu itu -dua istri sebelumnya diceraikan- karena tindakan tidak menyenangkan.

Para mantan pelayan itu mengatakan Sara memperlakukan mereka seperti budak dan kerap mengamuk. Akhirnya mereka kabur dari kediaman Perdana Menteri di Tel Aviv dan melaporkan Sara ke pengadilan. Gugatan itu berhasil mereka menangkan tahun lalu.

Sara Netanyahu (Foto: AFP/Abir Sultan)
zoom-in-whitePerbesar
Sara Netanyahu (Foto: AFP/Abir Sultan)

Kepada media Times of Israel, mantan pelayan Sara, Shira Raban, mengatakan istri Netanyahu itu berteriak seperti orang kesetanan jika sedang marah.

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika saya masih tinggal di sana barang semenit lagi. Terakhir dia berteriak kepada saya, 'Kau gumpalan tidak berguna. Kau tidak tahu apa-apa, kau tidak dengar!" kata Raban.

Sara juga mengalami gugatan kriminal karena membeli makanan senilai USD 100 ribu dari restoran mewah ke kediaman PM dengan uang negara. Padahal pemerintah telah menyediakan koki yang memasak khusus untuk mereka.

Yair Netanyahu

Skandal lainnya menimpa putra bungsu Netanyahu, Yair. Rekaman suaranya pada 2015 lalu tersebar, menunjukkan Yair tengah mabuk dan menuju kelab striptis bersama dengan dua kawannya, salah satunya adalah putra Kobi Maimon, bos Isramco yang memiliki pengeboran gas lepas pantai Tamar.

Dalam rekaman itu yang salah satunya dirilis oleh Haaretz, diketahui Yair menggunakan mobil, sopir, dan pengawal yang dibiayai negara untuk tujuan senang-senang. Pria 24 tahun ini berpesta di kelab striptis, mengatakan lelucon cabul, dan meminta uang dari putra Maimon.

Rekaman itu juga mengungkapkan Yair yang menyewa jasa pekerja seks komersial. Putra Maimon yang membayar PSK itu.

"Saya memberi (Yair) 400 (shekel)" kata Putra Maimon. Uang itu setara Rp 1,5 juta.

"Tidak, itu untuk pelacur," kata Yair.

Benjamin Netanyahu dan putranya, Yair (Foto: REUTERS/Ronen Zvulun)
zoom-in-whitePerbesar
Benjamin Netanyahu dan putranya, Yair (Foto: REUTERS/Ronen Zvulun)

Namun yang paling menjadi perhatian adalah perkataan Yair kepada putra Maimon berikutnya. Dia mengatakan bahwa uang 400 shekel bukan apa-apa dibandingkan USD 20 miliar keuntungan yang didapatkan Kobi Maimon berkat kerja keras Benjamin Netanyahu mendukung Isramco di parlemen Israel.

"Ayah saya mendapatkan 20 miliar dolar AS untuk ayahmu dan kau mengeluh telah memberi 400 shekel untuk saya. Dasar kau anak sundal," kata Yair kepada Maimon, berkelakar.

Kelakukan Yair yang suka mabuk, ke kelab striptis, dan menyewa PSK memang mengejutkan Israel. Tapi yang paling mengejutkan adalah karena rekaman ini membuktikan Netanyahu punya hubungan dekat dengan pengusaha gas Kobi Maimon.

Yair membantah seluruh pemberitaan dari media yang disebutnya "koran kuning". Menurut dia, rekaman itu ilegal dan seluruh perkataannya keluar ketika dia sedang mabuk.

"Saya berbicara melantur soal perempuan dan hal-hal lain yang sebaiknya tidak diungkapkan. Hal itu tidak merefleksikan siapa saya dan nilai-nilai yang saya yakini dan dibesarkan," kata Yair.

"Hal yang saya katakan kepada Maimon adalah lelucon," kata dia lagi, membantah.

Benjamin Netanyahu

Benjamin Netanyahu sebagai kepala keluarga juga tidak terlepas dari skandal. Saat ini Netanyahu yang telah tiga periode menjadi Perdana Menteri Israel tengah menjalani pemeriksaan kasus korupsi, kolusi, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Keempat kasus ini dikenal dengan sandi, Case 1000, Case 2000, Case 3000, dan Case 4000.

PM Israel Netanyahu (Foto: REUTERS/Lucas Jackson)
zoom-in-whitePerbesar
PM Israel Netanyahu (Foto: REUTERS/Lucas Jackson)

Dalam Case 1000, Netanyahu dituduh menerima hadiah setara puluhan ribu dolar AS dari Arnon Milchan, produser Hollywood keturunan Israel, dan James Packer, pengusaha kasino asal Australia. Hadiah itu adalah champagne, cerutu, tiket pesawat, dan kamar hotel.

Sebagai balasannya, Netanyahu membantu Milchan mendapat visa AS dan Packer izin tinggal di Israel. Netanyahu mengaku telah menerima hadiah ini, tapi menurutnya itu tidak ilegal tapi membantah itu suap.

Pada Case 2000, Perdana Menteri Israel dituduh berkonspirasi dengan Arnon Mozer, pemilik koran Yediot Acharonot, untuk menerbitkan pemberitaan yang mendorong penerbitan izin tabloid Israel Hayom yang pro-Netanyahu. Walau ada rekamannya, namun Netanyahu membantah.

Pada Case 3000, Netanyahu dituduh terlibat korupsi penjualan kapal selam Jerman ke Israel. Dalam kasus ini pengusaha Israel Michael Ganor dituduh menyuap pemerintah Israel untuk menjadi juru runding bagi ThyssenKrupp, produsen kapal selam Jerman. Pengacara pribadi Netanyahu, David Shimron, membantu Ganor mendapat akses ke pemerintahan

Pada Case 4000, direktur jenderal Kementerian Komunikasi Israel, Shlomo Filber, dituduh menggunakan posisinya untuk memberikan Bezeq, perusahaan telepon nasional, hak membeli saham YES, penyedia jasa satelit. Netanyahu diduga terlibat karena menunjuk langsung Filber menduduki posisi di kementerian tersebut.