Keluarga Tak Yakin Kematian Siswa SMP Athirah di Makassar Akibat Bunuh Diri

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Catatan Redaksi: Bijaksanalah dalam membaca konten ini. Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan. Segera cari pertolongan!

Polisi olah TKP lokasi tewasnya siswa SMP di Sekolah Islam Athirah, Makassar, Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Polisi olah TKP lokasi tewasnya siswa SMP di Sekolah Islam Athirah, Makassar, Foto: Dok. Istimewa

Keluarga belum yakin kematian BNY (15), siswa SMP Athirah Makassar yang diduga terjatuh dari lantai 8, pada Rabu (24/5) pagi, diakibatkan karena bunuh diri.

"Kami belum yakin (bunuh diri)," kata Ayah BNY, Benny Yusuf Nurdin, kepada wartawan pada Sabtu (27/5).

Benny menyayangkan sikap dari kepolisian karena terlalu cepat menyimpulkan bahwa anaknya bunuh diri. Padahal, anaknya tidak mempunyai masalah. Lebih-lebih, masalah dengan keluarga.

Dengan kesimpulan polisi tersebut, kabar tak sedap menimpa keluarganya. "Tentu kesimpulan yang terlalu dini mengatakan anak saya bunuh diri, ini perlu didalami lebih jauh oleh polisi," jelasnya.

"Karena ini berpengaruh dengan opini yang berkembang di luar bahwa saya broken home, saya sudah nikah, saya pisah dengan istri saya. Itu yang sampai ke telinga kami, saya menepis bahwa saya ini baik-baik saja dengan istri," sambungnya.

Polisi Simpulkan BNY Bunuh Diri

Polisi memastikan bahwa BNY bunuh diri. Ia melompat dari atap lantai 8.

Hal tersebut berdasarkan pemeriksaan 5 orang saksi dan rekaman CCTV sekolah.

"Kami sudah menyimpulkan bahwa bunuh diri. Tapi motifnya belum diketahui, masih penyelidikan," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Ridwan Hutagaol kepada wartawan, Kamis (25/5).

Kematian BNY Disebut Janggal

Keluarga tetap berkesimpulan kematian dari BNY tak wajar. Selain melihat dari luka yang dialami, juga adanya pesan singkat BNY kepada ibunya yang dinilai aneh.

"Saya masih melihat ada kejanggalan, Ya seperti ada chat, sebelum dia meninggal dengan kalimat yang menggunakan 'anda'. Saya pikir dengan kalimat tertata itu bukan kalimat anak saya," tegasnya.

Menurutnya, BNY telah dididik sangat baik. Namun, tingkah aneh sang anak tidak hanya berhenti di situ.

Polisi olah TKP lokasi tewasnya siswa SMP di Sekolah Islam Athirah, Makassar, Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya Ridwan menerangkan bahwa siswa kelas VIII ini diperkirakan keluar rumah subuh hari. Dia beralasan pergi sekolah. Tetapi, tak sampai ke sekolah. Ia, pergi ke daerah Taeng, Gowa.

"Dia sempat minta izin kepada gurunya bahwa ia sakit," ungkapnya.

Gurunya yang khawatir, menghubungi ibu korban. Ia menanyakan keadaan BNY dan menyampaikan jika dia tak masuk sekolah karena sakit.

Di situ, ibunya pun langsung kaget. Karena, BNY telah berangkat sekolah. Sehingga, ia mengecek keberadaan BNY melalui sistem lacak GPS handphone-nya.

"Ibunya mengecek lokasinya dan ternyata posisi anaknya di Gowa. Itu sekitar jam 6 pagi," ujar dia.

Mengetahui anaknya bolos sekolah, ibunya langsung menelepon BNY dan memintanya ke sekolah. BNY pun langsung ke sekolah.

"Saat dihubungi itu anaknya, sehingga berangkat ke sekolah. Di sekolah, ia tidak sempat masuk ke kelas. Tapi langsung ke lantai 8," katanya.

Sebelum melompat, BNY kembali sempat komunikasi ibunya. Memberitahukan, jika ia sudah di sekolah.

"Ibunya sempat minta fotonya di sekolah, tapi tidak diberikan. Setelah itu ditemukan sudah jatuh," jelasnya.