Keluarga YTR: Tak Ada Maaf Bagi Taufik Hidayat, Tak Mau Hukum Mati

Keluarga YTR korban penyekapan dan penganiayaan Taufik Hidayat (30) hadir di konferensi pers Polda Jabar.
Usai mendengar penjelasan terkait kasus ini dari berbagai instansi, pihak keluarga angkat bicara. Mereka menyampaikan tak ada kata maaf bagi Taufik.
"Harapannya dari saya pribadi untuk pelaku, saya nggak mau pelaku dihukum mati, saya pengin dia diserahkan kepada keluarga (kami) biar saya menghakimi dia. Yang dia perbuat kepada adik saya," kata Afif Shandy, kakak YTR.
Afif mengatakan YTR adalah adik yang selalu dia banggakan ternyata dihancurkan hidupnya oleh Taufik.
"Saya nggak masalah dari pihak Polda menghukum satu, dua tahun, yang penting bisa diserahkan pada keluarga satu atau dua tahun juga, selama adik saya disekap sama dia," ujarnya.
Dia menegaskan tak ada kata maaf bagi Taufik. Terlebih masa depan YTR sudah hancur.
"Nggak ada kata maaf, dia enteng ngomong kata maaf. Sedangkan adik saya sudah hancur begini dia bilang kata maaf. Nggak ada kata maaf bagi saya," ujarnya.
Irin, ayah YTR menambahkan tidak memberi maaf bagi Taufik.
"Saya sebagai orang tuanya tidak ada kata maaf. Saya dendam sampai mati saya dendam sama dia. Saya nggak mau anak saya diperlakukan seperti itu. Sakit lebih sakit dari anak saya," katanya.
Irin meminta Taufik dihukum seberat-beratnya. Sementara kondisi YTR menurut Irin makin membaik.
"Kalau matanya kita nggak ada. Yang satu (bola matanya) udah infeksi katanya sudah diambil oleh dokter, sudah diangkat," ujarnya.
Dia berharap dokter bisa menyembuhkan YTR agar bisa sehat seperti sediakala.
Taufik telah ditetapkan sebagai tersangka penyekapan dan penganiayaan. Ia dijerat pasal berlapis. Hukuman terberat 12 tahun penjara.
