Kematian COVID-19 di Brasil Tembus 500 Ribu Jiwa, Pandemi Corona Bakal Memburuk

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah bunga merah yang ditempatkan di sepanjang pantai Copacabana di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (20/6). Foto: Lucas Landau/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah bunga merah yang ditempatkan di sepanjang pantai Copacabana di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (20/6). Foto: Lucas Landau/REUTERS

Jumlah kematian akibat COVID-19 di Brasil pada akhir pekan tembus 500 ribu jiwa lebih. Ahli kesehatan memperingatkan krisis virus corona di Negeri Samba bakal memburuk.

Prediksi itu didasari dua hal penting. Sampai saat ini, vaksinasi di Brasil masih rendah. Keadaan diperparah dengan enggannya pemerintah kembali memberlakukan pembatasan kegiatan semisal social distancing.

Hingga akhir Juni 2021, baru 11 persen warga Brasil yang mendapat dosis penuh vaksin. Para epidemiolog Brasil mengkhawatirkan saat Musim Dingin virus akan makin menyebar, dan kematian kian banyak meski sudah lebih banyak warga divaksin.

Brasil adalah negara tropis yang hanya memiliki dua musim. Namun, pada Juni sampai September udara di Brasil akan lebih dingin. Masyarakat sekitar biasanya menyebut periode tersebut sebagai 'Musim Dingin'.

Petugas mengangkut pasien yang diduga menderita COVID-19 di rumah sakit 28 de Agosto, di Manaus, Brasil, Kamis (14/1). Foto: Bruno Kelly/REUTERS

Menurut eks Kepala Regulator Kesehatan Brasil (ANVISA), Gonzalo Vecina, yang mesti dilakukan sesegera mungkin adalah mempercepat vaksinasi.

"Saya pikir jumlah kematian akan mencapai 700 ribu sampai 800 ribu sebelum kita merasakan efek vaksinasi," ucap Vecina seperti dikutip dari Reuters.

"Kami juga akan mengalami kedatangan varian baru dan varian India ini akan membuat kami terkejut," sambung dia.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro terlihat batuk-batuk saat menghadiri demonstrasi menentang lockdown di Brasilia, Brasil pada 19 April 2020. Foto: Sergio LIMA/AFP

Vecina juga mengkritik cara penanganan pandemi COVID-19 yang dilakukan Presiden Jair Bolsonaro. Dia mengatakan Bolsonaro tidak melakukan koordinasi nasional dengan baik.

Di samping itu, tindakan Bolsonaro yang skeptis terhadap vaksin, lockdown, dan masker makin memperburuk keadaan.

Kritik serupa juga dilontarkan ahli kesehatan lainnya Raphael Guimaraes. Ia menyebut, bila vaksinasi corona di Brasil masih lamban maka periode buruk seperti awal 2021 bakal terulang.

embed from external kumparan

Saat itu, tiap harinya ada 3000 sampai 4000 orang warga Brasil yang kehilangan nyawa akibat corona.

"Kami masih berada dalam kondisi sangat genting, dengan tingkat penularan tinggi dan tingkat hunian tempat tidur rumah sakit masih pula sangat tinggi, sambung dia.