Kembali ke Zaman Rasulullah Melalui Museum Sejarah Nabi Muhammad di Madinah
·waktu baca 2 menit

Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang disegani dan panutan hakiki bagi umat Muslim. Perjuangan hidupnya dalam menyebarkan agama Islam dan ajaran Allah SWT menjadi teladan para mukmin.
Kisah hidup Nabi Muhammad bisa dinikmati dan dipelajari di Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, yang baru dibuka pada 2021.
Ketua Yayasan Museum Nabi Muhammad sekaligus Ketua Dewan Pembina Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad, Komjen Pol (Purn) Syafruddin, pun berkesempatan menerima undangan khusus dari Liga Muslim Dunia (LMD) dan Yayasan Assalam, untuk datang mengunjungi Museum Sejarah Nabi Muhammad.
Rombongan diterima Managing Direktur Cabang Madinah dari The International Fair and Museum of the Prophet's Biography and Islamic Civilization, Dr. Sa'id AlQurashi didampingi Direktur Kerja Sama Eksternal, Musfer Al-Wadhi'i, beserta tim.
Mereka mewakili Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (LMD) Atau Rabithah Alam Islami, Dr. Syekh Muhammad bin Abdulkarim al-Issa.
Hadir pula menyambut rombongan perwakilan Yayasan Wakaf Assalam, Syaikh Dr. Nashir Az Sahroni; dan Kepala Kantor Gubernur Madinah, Syaikh Fahd Suhaimi.
Dalam kunjungan ini, Syafruddin mengagumi Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW yang baru saja dibuka di Madinah. Museum ini merupakan cerminan dari kehidupan Nabi Muhammad dan titik awal peradaban Islam yang sekarang telah menyebar di berbagai penjuru dunia.
Terdapat tampilan layar digital yang menarik dan menceritakan sejarah perjalanan hidup dan perjalanan dakwah Nabi Muhammad. Artefak yang ditampilkan dalam museum tersebut wujud multidimensi yang tampak seperti nyata.
Syafruddin menjelaskan, di dalam museum banyak ruangan yang menampilkan sejarah peperangan zaman Rasulullah. Museum ini menampilkan puluhan lukisan dan instalasi seni interaktif yang tersedia dalam sejumlah bahasa.
Namun saat ini baru tersedia tujuh bahasa, yakni Arab, Inggris, Spanyol, Urdu, Prancis, Turki, termasuk bahasa Indonesia.
“Kita dapat mengetahui sejarah panjang serta tingkah laku Rasulullah semasa hidupnya. Tampilan yang disuguhkan seolah-olah kita terbawa dalam kehidupan Rasulullah yang nyata dalam penglihatan kita,” terang Syafruddin yang juga Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini.
Dalam kesempatan tersebut, Syafruddin juga menjelaskan pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad di Ancol, DKI Jakarta, Indonesia.
Ini akan menjadi museum peradaban Islam pertama di dunia selain di Arab Saudi, sebagai wujud penghargaan kepada Nabi Muhammad dalam mengajarkan Islam. Bahkan menurut Syafruddin, museum ini akan lebih luas daripada yang ada di Madinah.
