Kemenag: Sidang Isbat Diikuti Perwakilan Ormas Islam, Termasuk NU-Muhammadiyah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sidang Isbat penetapan 1 Ramadhan 1443 H, Jumat (1/5/2022). Foto: Kemenag
zoom-in-whitePerbesar
Sidang Isbat penetapan 1 Ramadhan 1443 H, Jumat (1/5/2022). Foto: Kemenag

Kementerian Agama telah memutuskan 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada Minggu, 3 April. Keputusan ini diambil Kemenag dalam sidang isbat bersama para ulama dan pimpinan ormas Islam.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Adib Machrus mengatakan, dalam sidang tersebut semua perwakilan Ormas Islam hadir, termasuk Muhammadiyah.

"Sejumlah perwakilan ormas Islam mengikuti sidang isbat awal Ramadhan 1443 H, termasuk NU dan Muhammadiyah," kata Adib di Jakarta, Sabtu (2/4/2022).

"Bahkan, perwakilan dari Lembaga Falakiyah NU, Majelis Tarjih Muhammadiyah, dan Persis memberikan tanggapan dan saran dalam sidang isbat yang dipimpin Menag," sambungnya.

Adib menuturkan, tidak hanya perwakilan ormas Islam, pihaknya juga mengundang duta besar negara sahabat, LAPAN, BRIN, BMKG, dan juga Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag. Adib menyebut, karena pandemi, sidang digelar hybrid, ada yang mengikuti secara luring dan daring.

"KH. Abd. Salam Nawawi, MA dari Lembaga Falakiyah NU dan Dr. KH. Sriyatin Siddiq, MA dari Majelis Tarjih Muhammadiyah mengikuti secara daring. Sedang KH. Syarif Ahmad Hakim dari Persis mengikuti secara luring di Auditorium HM Rasjidi Kemenag," ujarnya.

Tiga Ormas Beri Pertimbangan

Dalam artikel di situs Kemenag dijelaskan, sidang isbat dipimpin oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Jaidi yang juga hadir mengikuti sidang isbat mengatakan, setelah mendengarkan laporan terkait hasil hisab dan rukyatul hilal, Menag lalu meminta masukan dari perwakilan ormas.

"Sebelum menetapkan awal Ramadan, Menag selaku pimpinan sidang telah meminta pertimbangan dari berbagai ormas Islam," ujar KH Abdullah Jaidi saat telekonferens Hasil Sidang Isbat Awal Ramadan 1443 H di Jakarta, 1 April 2022.

Kemenag menuturkan, tiga perwakilan ormas yang memberikan pertimbangan, yaitu: KH. Abd. Salam Nawawi, MA (Lajnah Falakiyah NU), Dr. KH. Sriyatin Siddiq, MA (Majelis Tarjih Muhammadiyah), dan KH. Syarif Ahmad Hakim (Persis).

Sidang isbat pada akhirnya menyepakati awal Ramadan 1443 H bertepatan dengan 3 April 2022.

Muhammadiyah Tak Menerima Undangan

Sebelumnya, PP Muhammadiyah yang memiliki metode berbeda dalam menetapkan 1 Ramadhan, mengaku tidak diundang dalam sidang isbat tahun ini.

kumparan post embed

"Saya cek ke Sekretariat PP Jogja dan Jakarta tidak ada undangan menghadiri sidang isbat," ucap Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti kepada kumparan, Jumat (1/4).

Mu'ti tak mengetahui alasan Kemenag tak mengundang Muhammadiyah, padahal tahun lalu ormas Islam yang berdiri tahun 1912 itu termasuk yang diundang.

"Tahun lalu diundang," kata Mu'ti.