Kemenag soal Haji Batal: Ada Jemaah yang Tetap Ingin Berangkat, Meninggal Syahid

Kementerian Agama Indonesia tidak akan memberangkatkan calon jemaah haji tahun 2020. Keputusan ini dilakukan untuk mencegah penularan virus corona yang masih melanda Indonesia maupun Arab Saudi.
Juru Bicara Kemenag RI, Oman Fathurahman, menyebut, banyak warga Indonesia yang tetap ingin berangkat ke Tanah Suci. Ada yang meyakini meninggal dunia saat menjalani ibadah haji masuk kategori syahid.
"Jadi saya yakin tidak akan surut keinginan itu, bahkan ada yang sangat ekstrem sekali, meyakini bahwa saya itu ke tanah suci itu justru ingin meninggal, itu kalau saya meninggal di sana itu, ya, syahid," kata Oman dalam live kumparan, Rabu (3/6).
Oman memastikan pembatalan pengiriman jemaah haji bukan kali ini saja terjadi. Saat masih di bawah penjajahan Belanda, Indonesia juga sempat batal mengirimkan jemaah.
"Di dalam sejarah itu, saya sedikit menyinggung sejarah, itu catatan untuk menjelaskan ketika haji dilakukan melalui perjalanan laut misalnya, melalui kapal uap begitu, itu. Walaupun ada badai ada apa itu, tetap saja ditempuh. Belanda pernah melarang juga tetap saja begitu, ya," kata dia.
"Sehingga tidak mungkin untuk surutnya, tetapi memang pasti akan muncul kehati-hatian seperti situasi sekarang begitu, ya, kalau memang hati-hati itu maksudnya kalau memang tidak jadi, ya tidak akan memaksakan juga," pungkasnya.
Kemenag mencatat ada 221.000 calon jemaah gagal berangkat dan harus bersabar menunggu di tahun 2021. Angka ini terdiri dari 203.320 kuota haji 2020 reguler dan 17.680 kuota haji khusus.
Jemaah yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji akan menjadi kloter keberangkatan tahun 2021. Meski demikian, pemerintah mempersilakan jemaah mengambil pelunasan BPIH bagi yang ingin diambil.
Namun, dana yang diambil hanya biaya pelunasan, bukan setoran awal Rp 25 juta. Sebab, jika jemaah juga menarik dana setoran awal, berarti ia telah membatalkan rencana mendaftar hajinya.
---
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
