Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8

ADVERTISEMENT
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyatakan konsep Dewan Aglomerasi Daerah Khusus Jakarta masih dalam tahap penggodokan.
ADVERTISEMENT
Tugas dari Dewan Kawasan Aglomerasi adalah mengkoordinasikan penyelenggaraan penataan ruang Kawasan strategis nasional pada kawasan aglomerasi dan dokumen rencana induk pembangunan kawasan aglomerasi.
"Kita sedang godok konsepnya. Kita minta masukan juga dari pemerintah provinsi Jakarta, Jawa Barat, karena kan terkait semua. Ini urgent sebetulnya, karena menangani masalah-masalah lingkungan, bencana, ini di sini. Perencanaan di sini. Tapi kan kewenangan harus jelas. Jangan juga berbenturan dengan pemerintah daerah sekitar," ujar Bima usai menghadiri open house di rumah dinas Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (2/4).
Dewan Aglomerasi merupakan konsep yang bertujuan untuk mengoordinasikan pembangunan dan kebijakan di wilayah metropolitan yang mencakup lebih dari satu daerah administrasi.
ADVERTISEMENT
Dengan adanya dewan ini, diharapkan permasalahan lintas wilayah, seperti transportasi, tata ruang, lingkungan, dan bencana, dapat ditangani lebih efektif tanpa terjadi tumpang tindih kewenangan antara pemerintah daerah.
Bima Arya menegaskan, penggodokan konsep ini masih terus berlangsung di Kementerian Dalam Negeri. "Sedang digodok, sedang digodok di Kemendagri," ucap dia.
Terkait dengan audiensi dan konsultasi dengan pemangku kepentingan lainnya, Bima menyatakan bahwa hal itu akan dilakukan setelah masukan dari berbagai pihak diterima.
"Oh nanti ya. Kita tampung dulu masukan dari para pakar dan teman-teman pemerintah sekitar Jakarta, Jawa Barat," tambahnya.
Saat ditanya mengenai target pembentukan Dewan Aglomerasi, Bima berharap konsep ini bisa rampung tahun ini. "Ya tahun inilah mudah-mudahan," ucapnya.
Sementara terkait rencana rapat dengan kepala daerah Jakarta dan Jawa Barat untuk membahas Dewan Aglomerasi, Bima menyebut bahwa saat ini masih dalam tahap penyusunan konsep.
ADVERTISEMENT
"Belum, kita masih menggodok konsepnya dulu sambil meminta masukan," pungkasnya.
Donald Trump mengumumkan tarif impor baru ke banyak negara yang menjadi dimulainya genderangan perang dagang Trump, Rabu (2/4) malam waktu AS. Indonesia termasuk negara yang terdampak kebijakan baru ini. Tarif Impor Baru Trump, Indonesia Kena 32%