Kemendikbud: 13 Juli Tahun Ajaran Baru Mulai, tapi Belum Tentu Tatap Muka

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak SMA belajar. Foto: Dok. Pemprov Jateng
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak SMA belajar. Foto: Dok. Pemprov Jateng

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan bahwa tahun ajaran baru tetap akan dimulai pada bulan Juli 2020.

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menjelaskan, dimulainya tahun ajaran tahun ini akan berbeda dengan sebelumnya. Sebab, ada kemungkinan di beberapa wilayah metode pembelajaran tak bersifat tatap muka.

"Tanggal 13 Juli tahun pelajaran baru, tetapi bukan berarti kegiatan belajar mengajar tatap muka," kata Hamid kepada kumparan, Selasa (2/6).

Menurut dia, metode belajar apakah tatap muka atau belajar dari rumah akan tergantung dari lokasi sekolah. Namun, ia belum merinci lebih jauh kriteria apa saja sekolah diperbolehkan dibuka atau masih harus memberlakukan belajar dari rumah.

"Metode belajar akan tergantung perkembangan kondisi daerah masing-masing," ujarnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (tengah) saat menghadiri Rapat kerja komisi X DPR RI, Selasa (28/1). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Sebelumnya, sesuai kalender pendidikan, tahun ajaran baru memang akan segera dimulai pada Juli mendatang. Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengusulkan tahun ajaran baru 2020 tetap dibuka bulan Juli namun dilaksanakan secara daring.

"Kalau toh dibuka 13 Juli 2020 ini tahun ajaran baru, tetap saja dibuka, tetapi daring. Kemudian untuk beberapa hal ya terpaksa dengan ketentuan yang harus ditentukan oleh Kementerian Pendidikan supaya menyelamatkan anak anak ini," kata Abdul.

embed from external kumparan

Abdul berpandangan memperpanjang kebijakan belajar dari rumah dilakukan demi keselamatan anak-anak di sekolah dari ancaman COVID-19. Walaupun, dia mengakui masih banyak kekurangan dalam sistem pembelajaran daring di Indonesia.

Kemendikbud sendiri kini masih terus mengkaji kebijakan sekolah saat new normal, desakan dari berbagai pihak meminta agar pembukaan sekolah seperti sedia kala dipikir ulang. Sebab anak-anak dinilai rentan tertular COVID-19. Pun, anak-anak belum memiliki kesadaran seperti orang dewasa untuk menjalankan protokol COVID-19.

=======

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

**

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.