Kemendikbud: Mahasiswa yang Ikut Pendidikan Militer Bisa Jadi Perwira Cadangan

18 Agustus 2020 12:22 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi TNI AD. Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi TNI AD. Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati
ADVERTISEMENT
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berencana menggulirkan program pendidikan militer bagi mahasiswa selama satu semester. Rencana itu nantinya akan direalisasikan Kemenhan bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
ADVERTISEMENT
Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam, menjelaskan mahasiswa yang mengambil program pendidikan militer dan akhirnya memenuhi persyaratan kelulusan, bisa menjadi perwira cadangan.
"Mahasiswa dapat mengambil program komponen cadangan dengan mengikuti pelatihan yang disiapkan Kemenhan," kata Nizam kepada kumparan, Selasa (18/8).
Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Meski demikian, Nizam menegaskan program pendidikan militer mahasiswa hanya bersifat sukarela. Artinya, mahasiwa tak diwajibkan untuk mengikutinya.
Dalam realisasinya, dia lantas menekankan program ini sejalan dengan UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Menurutnya, program itu bisa diambil untuk kampus yang bersifat merdeka.
"Hak tersebut kita penuhi melalui skema kampus merdeka. Sehingga mahasiswa dapat mengambil haknya untuk menjadi komponen cadangan pertahanan negara," ujarnya.
"Selain itu program-program kepemimpinan dan bela negara yang bagus akan kita kerja samakan dengan Kemenhan," pungkasnya.
Ilustrasi Resimen Mahasiswa (Menwa). Foto: Instagram/@menwaindonesia
Rencana pendidikan militer mahasiswa disampaikan Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono yang menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia khususnya generasi milenial dan anak muda.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, milenial juga bisa menunjukkan peran serta rasa cinta kepada bangsa dengan bergabung dalam Komponen Cadangan (Komcad) sesuai amanat Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019.
"Komcad ini bukan wajib militer. Ini kesadaran dari warga masyarakat yang ingin membela negara jika terjadi perang, difasilitasi dengan memberikan pelatihan selama beberapa bulan. Usai latihan dikembalikan ke masyarakat. Jika negara dalam keadaan perang, mereka siap bertempur," kata Trenggono dalam keterangannya, Minggu (16/8).
Langkah Kemenhan merealisasikan itu adalah menjajaki kerja sama dengan Kemendikbud agar para mahasiswa bisa ikut program pendidikan militer selama satu semester.
----------------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona