Kemendikbud Sesuaikan Kurikulum Pendidikan dengan Visi Misi Jokowi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan kurikulum pendidikan bakal disesuaikan dengan visi misi Presiden Joko Widodo. Langkah tersebut diambil sesuai imbauan Jokowi soal tidak ada yang namanya visi misi menteri.
“Harus kita pastikan bahwa program kurikulum kita itu mengarah dengan visi dan misinya presiden,” ujar Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi, di Gedung Kemendikbud, Jakarta Pusat, Jumat (1/11).
Didik menyatakan Kemendikbud akan mengkaji kembali muatan kurikulum pendidikan. Pasalnya, Jokowi juga telah meminta agar ada perombakan besar-besaran di bidang pendidikan.
“Arahnya ya mencapai visi misi yang sudah diarahkan oleh presiden. Kan jelas, wajib belajar 12 tahun, membangun dari pinggiran, menciptakan lapangan kerja, penanaman dan penguatan karakter, kemudian yang revitalisasi vokasi dan kejuruan,” jelas Didik.
Selain itu, kembalinya Dikti ke bawah naungan Kemendikbud juga jadi alasan perlu adanya kajian ulang terhadap rencana strategis kementerian ini. Menurut Didik, mesti ada benang merah yang menghubungkan kurikulum dari Paud hingga perguruan tinggi.
Lebih lanjut, Didik menegaskan tak hanya kurikulum pendidikan saja yang bakal menyesuaikan visi presiden. Namun, semua program yang akan dijalankan oleh Kemendikbud, ia pastikan tidak bertentangan dengan arahan Jokowi.
“Yang jelas kita tidak punya visi misi kementerian, yang ada visi presiden. Kita pastikan bahwa program yang ada di Kemendikbud arahnya betul-betul ke sana,” ujarnya.
Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim yang ditemui usai salat Jumat di lingkungan Kemendikbud, masih belum mau berkomentar terkait rencana ke depan. Sebelumnya, pendiri Gojek itu meminta waktu dulu untuk mempelajari kementerian yang ia pimpin.
