Kemendikbudristek: Kasus Suap di Unila Memprihatinkan dan Membuat Syok

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas KPK membawa Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani (kedua kiri) selaku tersangka untuk dihadirkan dalam konferensi pers hasil kegiatan tangkap tangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (21/8/2022). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Petugas KPK membawa Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani (kedua kiri) selaku tersangka untuk dihadirkan dalam konferensi pers hasil kegiatan tangkap tangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (21/8/2022). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto

Kemendikbudristek mengaku syok atas ditetapkannya Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si., sebagai tersangka kasus dugaan suap seleksi masuk jalur mandiri mahasiswa baru tahun 2022. Dirjen Pendidikan Tinggi, Ristek, dan Teknologi Kemendikbudristek, Nizam, menyayangkan hal tersebut di tengah usaha kementerian sedang menata kampus jadi zona integritas.

"Tentang Unila ini memang sangat-sangat memprihatinkan kita semua dan membuat syok kami. Pada saat kita sedang menata kampus-kampus untuk menjadi zona integritas dan juga menata seleksi mahasiswa baru agar bisa lebih baik, transparan, dan akuntabel justru terjadi peristiwa tersebut," kata Nizam dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR secara virtual, Selasa (23/8).

Untuk langkah selanjutnya, lanjut Nizam, Kemendikbudristek menunjuk Direktur Sumber Daya Dirjen Pendidikan Tinggi, Ristek, dan Teknologi, Sofwan Effendi sebagai Plt Rektor Unila.

"Kenapa ini perlu? Karena kalau kita mengambil wakil rektor internal di Unila untuk jadi rektor, maka akan sulit untuk menuntaskan permasalahan ini dan juga mengembalikan kepercayaan publik. Maka saat ini kami tugaskan Pak Sofwan Effendi jadi Plt Rektor Unila sambil mempersiapkan pemilihan rektor yang memang Pak Karomani ini berakhir [masa jabatannya] tahun depan," jelasnya.

Selain itu, Nizam mengungkapkan pihaknya sudah beberapa kali rapat dengan Majelis Rektor PTN untuk mendalami dan mempelajari sistem penerimaan mahasiswa baru agar terjaga marwahnya.

kumparan post embed

"Kami di lingkungan Dirjen Diktiristek juga tentunya melakukan pendalaman bersama Irjen agar dari sisi regulasi dapat dikawal secara lebih baik lagi," ujarnya.

Pada kesempatan itu juga, Mendikbudristek Nadiem Makarim menjelaskan penunjukan Sofwan Effendi sebagai Plt Rektor Unila untuk meminimalisasi konflik kepentingan di internal universitas.

"Itu kenapa alasan kenapa kita memilih Plt dari Kemendikbudristek agar objektivitas dan kebenaran yang menang di akhir dan tidak ada konflik kepentingan," kata Nadiem.

Selain itu, investigasi di luar Unila terkait sistem penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri akan dilakukan.

"Untuk lebih meminimalisasi kejadian-kejadian yang sangat mengecewakan ini," pungkasnya.