Kemenhaj Bicara soal Pramugari Pesawat Haji Harus Berstandar Syariah
·waktu baca 2 menit

Komisi VIII DPR RI meminta Kementerian Haji dan Umrah mengatur pakaian pramugari di pesawat jemaah haji agar sesuai dengan standar syariah.
Permintaan itu muncul lantaran pramugari pesawat haji dinilai perlu berpakaian yang pantas dengan agenda keagamaan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, sepakat dengan usulan tersebut. Ia mengatakan pihaknya akan mendorong agar seluruh awak kabin berpakaian sopan dan layak.
“Sebenarnya kan sudah diatur ya, masing-masing kru itu harus pantas, proper, secara syar’i. Jadi ya itu juga kita dorong, karena kan ini terkait dengan ibadah haji ya. Maka kan mereka harus proper, baik itu yang oleh Saudia maupun oleh Garuda atau maskapai lain,” ujar Dahnil di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (28/10).
“Kita akan dorong supaya layak, pantas, sopan untuk agenda keagamaan,” tambahnya.
Meski begitu, Dahnil tidak menjelaskan lebih lanjut soal batasan “pantas” yang dimaksud, termasuk apakah pramugari wajib berhijab atau tidak.
“Saya tadi sebut proper, yang jelas mereka harus proper. Kalian aja nilai sendiri, proper aja,” katanya.
Dahnil juga sempat melontarkan candaan bahwa aturan berpakaian syariah tentu tidak berlaku untuk kru laki-laki.
“Krunya ada yang boleh nggak berhijab, yaitu laki-laki, jangan berhijab. Itu jangan. Jadi kami justru mendorong kru laki-laki jangan berhijab, mohon dengan sangat,” ujar Dahnil sambil tertawa.
