Kemenkes: 4 Pasien Positif Corona Kondisinya Semakin Baik

kumparanNEWSverified-green

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas memindai masyarakat dengan alat khusus untuk mendeteksi virus corona. Foto: AFP/HECTOR RETAMAL
zoom-in-whitePerbesar
Petugas memindai masyarakat dengan alat khusus untuk mendeteksi virus corona. Foto: AFP/HECTOR RETAMAL

Sejauh ini, sudah ada empat orang Indonesia positif terkena virus corona (COVID-19). Keempatnya kini tengah dirawat di RSPI Sulianti Saroso.

Jubir Penanganan corona di Indonesia Achmad Yurianto mengatakan kondisi mereka per hari ini sudah stabil. Namun, masih ada beberapa gejala yang belum hilang, seperti pilek dan batuk.

"Empat kasus positif kemarin kondisinya semakin baik, kasus satu dan dua sudah tidak panas. Hanya kita tinggal menunggu hasil laboratoriumnya," kata Yuri di Istana Negara, Jakarta, Minggu (8/3)

"Sementara kasus tiga dan empat, sudah tidak demam lagi. Kemarin masih dilaporkan demam, sekarang sudah tidak demam, batuk masih, pileknya juga banyak berkurang," sambungnya Lagi.

Sekretaris Ditjen P2P Kemenkes itu menyebut, untuk kasus pertama dan kedua akan dipulangkan apabila dua kali hasil lab menunjukkan negatif corona.

"Kalau sudah negatif maka dengan dua kali pemeriksaan berturut-turut negatif maka sudah boleh dipulangkan," katanya.

Achmad Yurianto, Sekretaris Ditjen P2P Kementerian Kesehatan. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Lebih lanjut, untuk kasus tiga dan empat, Yuri membeberkan ada perubahan yang signifikan dari kondisi daya tahan tubuh keduanya. Kini sudah tak terlihat lemah lagi.

"Sudah tidak kelihatan letih, lesu, lemah. Mudah-mudahan dengan perawatan yang bagus, tidak terlalu lama lagi menjadi sembuh, sehingga kemudian bisa kita pulangkan juga," tandas Yuri.

Saat ini, total yang suspect corona sudah mencapai 23 orang. Seluruhnya itu dari seluruh Indonesia termasuk dengan klaster Jakarta yang berjumlah 5 orang. Suspect akan terus dilakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

"Masih demam, masih batuk, meskipun tidak tinggi. Kita tidak bisa menyebut dia negatif, kita lakukan pemeriksaan berkali-kali selama seminggu. Mudah-mudahan tetap negatif corona. Tetapi bahwa pemeriksaan ke delapan atau ke tujuh kadang menjadi positif," urai Yurianto.

"Karena itu kita tidak boleh menganggap negatif, lalu dipulangkan. Oleh karena itu 23 ini masih kita tahan di RS," sambungnya.

kumparan post embed