Kemenkes Tunda Distribusi Vaksin Corona ke Daerah yang Stoknya Cukup Sebulan
ยทwaktu baca 2 menit

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk beberapa waktu ke depan hanya akan mengirimkan vaksin corona pada daerah yang stoknya sudah minim. Hal ini membuat daerah yang memiliki estimasi stok cukup atau lebih untuk 30 hari ke depan akan ditunda dulu pengirimannya.
Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, meminta Dinas Kesehatan tiap kabupaten/kota untuk kembali mengecek ulang data stok vaksin. Sehingga, mereka tidak kehabisan stok yang dapat menghambat jalannya vaksinasi.
"Pengiriman vaksin bagi kabupaten/kota dengan estimasi stok lebih dari 30 hari akan ditunda terlebih dahulu. Kabupaten/kota diberikan waktu 2 hari untuk melakukan cross-check dan update terkait data stok yang telah disampaikan, untuk memastikan tidak ada kekurangan pada saat pelaksanaan vaksinasi karena ditundanya pengiriman vaksinasi," kata Nadia dalam keterangan pers virtual, Rabu (1/9).
Nadia menjelaskan, pengiriman vaksin corona dapat diprioritaskan pada daerah yang stok vaksinnya lebih sedikit. Selama ini pun pengiriman vaksin dilakukan setiap minggu.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh dinkes kabupaten/kota untuk memastikan stok vaksinnya paling tidak memenuhi paling sedikit sampai 7 hari ke depan.
"Alokasi vaksin di kabupaten/kota mempertimbangkan laju penyuntikan pada minggu sebelumnya. Sehingga alokasi vaksin diharap dapat memenuhi kebutuhan dosis 1 dan 2 minimal 7 hari," ungkapnya.
Selain itu, dinkes provinsi juga dapat merealokasikan stok vaksin pada kabupaten/kota yang stoknya berlimpah kepada daerah lain yang stoknya menipis.
"Dinkes provinsi perlu didorong untuk mempercepat laju distribusi vaksin dari provinsi ke kabupaten/kota mengikuti laju pengiriman pusat terutama bagi daerah yang mudah dijangkau. Bila perlu pemerintah provinsi bisa realokasi pada kabupaten/kota yang masih memiliki stok vaksin yang cukup banyak untuk diberikan kepada kabupaten/kota lain yang tentu memiliki stok vaksin sedikit di minggu tersebut," jelas Nadia.
Dengan adanya pendistribusian vaksin ke daerah yang masih kekurangan stok, Nadia optimistis dapat mengejar target penyuntikan hingga 2 juta dosis sehari pada September ini.
"Dengan distribusi vaksin sebanyak 15,2 juta di minggu ke-4 Agustus ini dan 20,3 juta di minggu ke 5 Agustus hingga awal September nanti. Maka kami yakin target 2 juta dosis per hari bisa dicapai," pungkasnya.
