Kemensos: Paket Sembako yang Diduga Ditimbun di Depok Bukan Milik Kami

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perwakilan Kementerian Sosial mendatangi lokasi penemuan Bapres di kawasan KSU, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Perwakilan Kementerian Sosial mendatangi lokasi penemuan Bapres di kawasan KSU, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Foto: Dok. Istimewa

Kementerian Sosial (Kemensos) mendatangi lokasi penemuan sembako yang diduga bansos atau Bantuan Presiden (Banpres) di tanah lapang kawasan KSU, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Selasa (2/8).

Inspektorat Jenderal Kementerian Sosial, Dadang Iskandar, mengatakan pihaknya melakukan pengecekan secara langsung untuk memastikan paket sembako itu milik Kemensos atau bukan.

Namun, setelah dilihat langsung, Dadang meyakini paket sembako tersebut bukan milik Kemensos.

“Kalau lihat dari kemasannya sama, tapi seingat saya zaman Pak Menteri Juliari [Juliari Batubara], itu kita sudah minta sama Bulog, barang bantuan yang disalurkan ke masyarakat berlabel,” ujar Dadang, Selasa (2/8).

Juliari Batubara mundur sebagai Mensos pada Desember 2020 karena terjerat kasus korupsi bansos. Penggantinya, Tri Rismaharini, dilantik pada 23 Desember 2020.

Perwakilan Kementerian Sosial mendatangi lokasi penemuan Bapres di kawasan KSU, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Foto: Dok. Istimewa

Tak Ada Logo

Lebih lanjut Dadang menjelaskan, untuk logo pemberi bantuan juga tak ada dalam paket sembako yang dikubur di Depok itu. Biasanya, apabila bantuan menggunakan dana pemerintah, pasti akan berlabel atau berlogo resmi.

“Kalau di sini di lokasi penemuan bedanya tidak ada tulisan bantuan dari Presiden melalui Kemensos, ini polos saja, kan,” jelas Dadang.

“Yang pasti bantuan kami ada label sendiri, bantuan Presiden melalui Kemensos,” sambungnya.

Tak Kerja Sama dengan JNE

Dadang juga memastikan dalam proses penyaluran bantuan Presiden ini, Kemensos tak bekerja sama dengan pihak ekspedisi JNE. Penyaluran bantuan melalui Bulog, lalu bekerja sama dengan SSI.

“Tapi mungkin SSI disubkon (subkontrak) lagi melalui JNE, nah itu yang kami tidak paham, jadi diduga ini bukan barang milik Kemensos,” ungkapnya.

Dadang menuturkan, beras yang ditemukan pada lokasi pemendaman itu memiliki kemasan yang sama. Namun, tak ada logo bertuliskan Kemensos.

Seperti diberitakan, beras yang ditemukan bertuliskan "Beras Kita" premium 20 kg produksi Bulog.

Warga menunjukkan penemuan beras diduga bansos presiden di Kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Selain itu, Dadang menyatakan, bantuan Kemensos hanya berbentuk beras saja. Sementara di lokasi penemuan paket sembako ini ada telur dan tepung.

“Kalau bantuan yang lain kayak minyak, tapi di luar telur. Nah di sini katanya ada telur juga dan tepung. Nah, Kemensos itu tidak ada bantuan dalam bentuk telur dan tepung,” tutur Dadang.

Dadang menambahkan, Kemensos sempat mendatangi kantor JNE yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan bansos. Kedatangan tersebut untuk meminta klarifikasi data daerah bantuan yang dikirim dari JNE.

“Tadi kita mau ke ini, kantor pusat intinya, kan, kami klarifikasi data untuk daerah mana bantuan ini, apakah Depok atau ke mana,” pungkas Dadang.

kumparan post embed

Sedangkan Polda Metro Jaya pada Senin kemarin menyatakan bahwa JNE mengubur bansos itu karena rusak setelah kehujanan. JNE juga telah mengganti barang rusak itu. Disebutkan, paket itu sedianya dibagikan di Depok.