Kementerian PUPR Jelaskan Sebab Jalan Gubeng Amblas

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirjen Bina Marga, Sugiyartanto. (Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Dirjen Bina Marga, Sugiyartanto. (Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan)

Kementerian PUPR bertindak cepat dengan menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab amblasnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur. Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto menjelaskan, jalan amblas lantaran dinding penahan proyek pembangunan basement RS Siloam tergerus.

“Jadi ada dinding penahan di Rumah Sakit Siloam tergerus, kemudian ada konsolidasi tanah (membuat) tergerus,” kata Sugiyartanto di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (19/12).

Foto dari udara kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
zoom-in-whitePerbesar
Foto dari udara kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Dia tidak menampik pembangunan di sekitar RS Siloam tersebut mempengaruhi tanah di bawah badan Jalan Raya Gubeng yang sudah padat terambil. Lantaran tanah sudah banyak terambil, maka terjadilah konsolidasi ke bawah atau tanah amblas.

“Jadi ada bangunan samping, kira-kira yang semula tidak ada pengurangan volume tanah di bawah badan jalan. Itu karena dibatasi dinding penahan. Mau membuat dinding penahan tapi akhirnya yang ada di dalam, ternyatadi bawah badan jalan terambil,” kata dia.

Suasana di sekitar lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. (Foto: Instagram/@dishubsurabaya)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di sekitar lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. (Foto: Instagram/@dishubsurabaya)

Meski status Jalan Raya Gubeng yang amblas itu bukan jalan nasional, Kementerian PUPR tetap berkomitmen mengembalikan kembali fungsi jalan tersebut.

“Kami sudah menurunkan tim geoteknik jalan, tim balai jalan. Dan teman-teman yang kebetulan sudah di sana untuk menyikapi itu. Kami punya SOP respons penyediaan infrastrukur. Semoga tidak terlalu lama, 3-5 hari berfungsi kembali meskipun belum permanen,” ujar dia.