Kemlu Iran: Serangan AS di Bandar Abbas Bukti Kemunafikan Washington

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Burung-burung terbang saat asap mengepul setelah ledakan, menyusul serangan Israel dan AS terhadap Iran,  di Teheran, Iran, 2 Maret 2026. Foto: West Asia News Agency via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Burung-burung terbang saat asap mengepul setelah ledakan, menyusul serangan Israel dan AS terhadap Iran, di Teheran, Iran, 2 Maret 2026. Foto: West Asia News Agency via REUTERS

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menyebut serangan militer Amerika Serikat (AS) di Bandar Abbas, Provinsi Hormozgan pada Senin (25/5) sebagai bukti "kemunafikan" Washington.

Dalam pernyataannya pada Selasa (26/5), Kemlu Iran menuduh AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata lewat serangan yang dilakukan dalam 48 jam terakhir di wilayah selatan Iran.

"AS melakukan pelanggaran serius terhadap gencatan senjata di wilayah Hormozgan dalam 48 jam terakhir," bunyi pernyataan Kemlu Iran, dilansir Reuters.

Iran juga menyebut Washington harus bertanggung jawab atas seluruh dampak dari operasi militer tersebut.

"Iran memegang rezim AS bertanggung jawab atas seluruh konsekuensi yang timbul dari tindakan agresif dan tidak berdasar ini," lanjut pernyataan itu.

Mengutip AlJazeera, pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB menyebut aksi militer AS menunjukkan "itikad buruk dan kemunafikan" pemerintah AS terhadap Iran.

Iran menegaskan tidak akan ragu membela diri jika serangan serupa kembali terjadi.

"Iran tidak akan ragu untuk mempertahankan dirinya," bunyi pernyataan tersebut.

Sebelumnya, militer AS mengaku melakukan serangan terhadap target militer di Iran selatan termasuk kapal yang diduga hendak memasang ranjau laut dan lokasi peluncur rudal.'

Kapal Garda Revolusi Iran mendekati kapal perang AS. Foto: Reuters/U.S. Navy/Handout

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyebut operasi itu sebagai langkah pertahanan diri untuk melindungi pasukan AS di kawasan.

Media Iran sebelumnya melaporkan suara ledakan terdengar di Bandar Abbas serta sejumlah wilayah dekat Selat Hormuz pada Selasa dini hari.

Insiden itu terjadi di tengah negosiasi antara Washington dan Teheran mengenai kemungkinan kesepakatan penghentian perang dan pembukaan kembali Selat Hormuz.