Kenakan Masker, Umat Yahudi Kembali Berdoa di Tembok Ratapan Yerusalem

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Yahudi mengenakan masker saat berdoa di Tembok Ratapan, Yerusalem, Rabu (6/5). Foto: REUTERS/Ronen Zvulun
zoom-in-whitePerbesar
Warga Yahudi mengenakan masker saat berdoa di Tembok Ratapan, Yerusalem, Rabu (6/5). Foto: REUTERS/Ronen Zvulun

Aktivitas peribadatan mulai kembali terlihat di Tembok Barat Yerusalem. Hal itu menyusul dibukanya tempat ibadah paling suci bagi orang Yahudi tersebut menyusul pelonggaran lockdown imbas pandemi virus corona.

Saat ini, pemerintah mengizinkan hingga 300 jemaah beribadat di Tembok Barat dalam waktu bersamaan. Akan tetapi, mereka wajib mengenakan masker selama berdoa.

embed from external kumparan

Tembok ini dulunya dikenal hanya sebagai Tembok Barat, tetapi kini disebut ‘Tembok Ratapan’ karena di situ orang Yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan. Selain mengucapkan doa-doa, orang Yahudi juga meletakkan doa mereka yang ditulis pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-celah dinding.

Jemaah yang sudah amat merindukan mengunjungi batu suci dan berdoa di depannya, kini sudah bisa kembali beribadah di Tembok Barat. Tapi, mereka juga harus mematuhi imbauan dari Kementerian Kesehatan,” ujar rabi dari Tembok Barat, Shmuel Rabinowitz, seperti dikutip Reuters, Rabu (6/5).

Warga Yahudi mengenakan masker saat berdoa di Tembok Ratapan, Yerusalem, Rabu (6/5). Foto: REUTERS/Ronen Zvulun

Penyesuaian juga dilakukan untuk tetap menjaga aturan social distancing dengan memasang pembatas dari kain yang masing-masing bisa menampung 19 orang. Ketika musim liburan, tempat sakral ini biasanya dipadati hingga ribuan orang.

Sebelumnya, pemerintah mengimbau warga Israel untuk tetap berdiam di rumah sejak Maret silam. Mereka hanya diizinkan keluar rumah untuk berbelanja dan berobat. Akan tetapi, aturan tersebut sudah mulai dilonggarkan seiring pertumbuhan kasus positif corona yang cenderung menurun saat ini.

Warga Yahudi mengenakan masker saat berdoa di Tembok Ratapan, Yerusalem, Rabu (6/5). Foto: REUTERS/Ronen Zvulun

Hingga kini, Israel tercatat memiliki lebih dari 16 ribu kasus positif corona dengan 238 orang meninggal dunia.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.