Wali Kota New York Minta Maaf Telah Marahi Yahudi yang Langgar Lockdown

Wali Kota New York City Bill de Blasio meminta maaf karena memarahi umat Yahudi yang melanggar lockdown. De Blasio dikritik karena sikapnya dikhawatirkan semakin mengobarkan antisemitisme di New York.
Permintaan maaf ini disampaikan Blasio pada konferensi pers Rabu (29/4) waktu setempat, seperti dikutip dari The Independent. Blasio mengatakan pernyataannya di Twitter itu karena frustrasi dan marah kepada warga yang melanggar social distancing.
Menurut Blasio, sikapnya itu bukan lantaran benci, tapi cinta. "Jika saat emosi saya mengatakan sesuatu yang menyakitkan, saya meminta maaf. Itu bukan niat saya," kata Blasio.
"Itu dikatakan dengan cinta, tapi cinta yang tegas," lanjut dia lagi.
Sebelumnya Blasio marah setelah 2.000 umat Yahudi ortodoks keluar ke jalanan Brooklyn di New York dalam pemakaman Rabbi Chaim Mert yang meninggal karena corona. Mereka melanggar social distancing dan perintah untuk tetap di rumah.
Blasio mengeluarkan tiga seri postingan di Twitter untuk mengecam peristiwa itu. Dia sangat marah dan mengancam akan menangkap para pelakunya. Menurut dia, tindakan tegas ini diperlukan demi menghentikan wabah virus corona dan menyelamatkan nyawa.
"Kami tidak akan membiarkannya. Saya telah memerintahkan NYPD untuk punya standar yang sama bagi seluruh kota: nol toleransi," kata de Blasio di Twitter.
Komentar Blasio itu menuai kritikan dari kelompok Yahudi New York, termasuk para anggota dewannya. Menurut mereka, ancaman Blasio yang hanya mengincar umat Yahudi akan semakin menyuburkan sentimen antisemitisme.
"Itu stereotip, itu mengundang antisemitisme. Saya sangat terkejut," kata anggota dewan di New York Chaim Deustch di Twitternya.
Sejauh ini di Amerika Serikat ada lebih dari 1 juta penderita virus corona dengan 61 ribu kematian. New York adalah negara bagian terparah, dengan 306 ribu penderita dan 23 ribu lebih kematian.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
